Dalam data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga minggu pertama Maret 2026, komoditas daging sapi dilaporkan terjadi kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada 90 kabupaten/kota. Namun setelah dibedah, sebagian besar harga masih berada dalam koridor HAP tingkat konsumen.
“Kemudian daging sapi, 90 daerah mengalami IPH, setelah kita bedah kembali, ternyata 32 daerah di atas harga, kemudian 58 daerah di bawah harga. Artinya, sebenarnya daerah yang di atas harga itu bisa kita kendalikan. Ini bukti bahwa Satgas kita sangat berperan aktif dan sangat memiliki peran dalam rangka mengendalikan harga,” pungkas Ketut.
Di forum yang sama, Satgas Pangan Polri Brigjen Polisi Zain Dwi Nugroho mengungkapkan secara nasional jumlah provinsi dengan IPH yang alami kenaikan harga mulai menurun. Kendati demikian, Satgas Saber Pelanggaran Pangan akan terus menggencarkan pemantauan.
“Dari IPH, minggu pertama Maret dibandingkan minggu keempat Februari 2026, mengalami penurunan dari 26 provinsi pada minggu keempat Februari 2026 menjadi 23 provinsi pada minggu pertama Maret 2026 atau turun 3 provinsi. Ini termasuk dampak dari kegiatan pemantauan yang kita lakukan, sehingga dapat terjadi penurunan,” beber Zain.
Untuk diketahui, selama periode 5 Februari sampai 11 Maret telah terlaksana 47.217 kegiatan pemantauan. Satgas Saber Pelanggaran Pangan telah mengeluarkan 705 surat teguran, koordinasi pengisian stok kosong 1.494 giat, rekomendasi cabut izin usaha 2 giat, dan rekomendasi cabut izin edar 4 giat serta penegakan hukum sampai 6 giat.***
















