Dalam kesempatan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan dengan kembalinya alokasi pupuk subsidi membawa optimisme baru bagi para petambak setelah beberapa tahun menghadapi ketidakpastian.
“Beberapa tahun petambak sempat mengalami kegelisahan akibat dicabutnya pupuk subsidi, sementara tambak adalah tulang punggung ekonomi pesisir Gresik. Dengan kembalinya alokasi subsidi ini, kami optimistis produktivitas bisa kembali optimal, khususnya bandeng sebagai komoditas unggulan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, menyampaikan bahwa kebutuhan pupuk untuk budidaya perikanan telah masuk dalam program subsidi sekitar 29.500 ton secara nasional dan akan terus diperkuat dari sisi data serta ketepatan distribusi.
Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas tambak sekaligus memperkuat basis protein ikan nasional.
“Aspirasi dari Gresik sudah kami bahas dalam Panja Pupuk dan resmi masuk dalam program subsidi nasional. Tahun ini kebutuhan pupuk untuk budidaya perikanan dialokasikan sekitar 29.500 ton secara nasional. Ini bentuk komitmen kami agar sektor perikanan tidak tertinggal,” tegasnya.***
















