TERASJABAR.ID – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menilai penguatan produksi perikanan di daerah sentra memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan pangan nasional, khususnya sumber protein hewani berbasis ikan sebagai bagian dari strategi diversifikasi pangan.
Dilansir siaran pers Bapanas, Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, Hermawan, menyampaikan bahwa dari perspektif pangan nasional, sektor perikanan memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga keseimbangan pasokan sumber protein bagi masyarakat.
Oleh karena itu, menurut dia, kesinambungan produksi di tingkat hulu menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen.
“Dari sisi pangan nasional, yang kami dorong adalah terjaganya ketersediaan dan stabilitas pasokan ikan. Ikan merupakan sumber protein berkualitas yang perlu terus diperkuat konsumsinya sebagai bagian dari diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal,” ujar Hermawan saat mendampingi Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI di Gresik, Jawa Timur.
Bapanas menilai, keberlanjutan produksi di daerah sentra seperti Gresik akan memberikan efek positif terhadap penguatan pasokan ikan nasional. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas ragam konsumsi pangan masyarakat agar tidak bertumpu pada satu komoditas saja.
“Selain penguatan di aspek hulu, penguatan di hilir juga sangat penting melalui jaminan keamanan dan mutu pangan, pengembangan produk olahan, serta distribusi yang efisien. Dengan demikian, produksi yang kuat di daerah dapat benar-benar berdampak pada peningkatan konsumsi dan perbaikan gizi masyarakat,” tambahnya.
Sebagai salah satu sentra perikanan nasional, Gresik memiliki potensi besar dalam mendukung pasokan protein ikan. Luas lahan budidaya tercatat 28.653,27 hektare yang terdiri dari tambak payau dan tambak tawar, dengan lebih dari 20 ribu pembudidaya tersebar di 16 kecamatan.
Produksi ikan budidaya pada 2025 mencapai sekitar 160.439 ton dengan nilai produksi sekitar Rp3,54 triliun. Komoditas bandeng menjadi salah satu andalan daerah dengan produksi sekitar 90 ribu ton per tahun.














