TERASJABAR.ID – Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah, menyoroti belum optimalnya penanganan banjir rob di wilayah pesisir Kota Medan, terutama di Kecamatan Belawan, Labuhan Deli, dan Medan Marelan.
Hal tersebut disampaikannya dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Sumatera Utara yang bertujuan meninjau kondisi pascabencana sekaligus mendengarkan paparan dari Kementerian PUPR terkait penanganan di berbagai daerah, termasuk Aceh dan Sumatera Barat.
“Ini kunjungan kita untuk melihat dan juga mendengarkan terkait penanganan pasca bencana, sekaligus meninjau langsung daerah yang selama ini kerap terdampak banjir rob,” ujar Musa, seperti ditulis Parlementaria pada Jumat, 10 April 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Musa menyampaikan bahwa pihaknya ingin melihat langsung kondisi lapangan serta mengevaluasi program penanganan banjir rob yang selama ini dijalankan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tanggul dan rumah pompa yang telah dilakukan melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan, karena proyek tersebut masih belum rampung.
Oleh sebab itu, ia meminta adanya rencana kerja yang lebih jelas dan terukur agar anggaran yang telah digunakan tidak sia-sia.
Menurutnya, masyarakat bahkan merasakan dampak baru dari proyek yang belum optimal tersebut.
Hal ini menunjukkan perlunya penanganan yang lebih komprehensif dan segera.
Musa juga menekankan bahwa penyelesaian banjir rob tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah pusat, melainkan harus melibatkan pemerintah daerah serta berbagai pihak terkait seperti Pelindo, KAI, dan Pertamina.
Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar solusi yang dihasilkan lebih menyeluruh.
Ia berharap hasil kunjungan ini dapat dibawa ke rapat Komisi V DPR RI untuk mendorong koordinasi antarinstansi, sehingga penanganan banjir rob di Medan dapat segera dituntaskan.-*













