TERASJABAR.ID – Musibah bencana alam di wilayah Kab. Kuningan, selama tahun 2025 ada 324 kejadian. Bencana melanda 137 desa di 31 kecamatan, dengan kerugian miliaran rupiah. “Bencana alam itu sebagian besar tanah longsor terjadi 199 kali. Terutama di wilayah Kuningan selatan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, Jumat (23/1/2026).
Bencana lainnya adalah banjir 10 kali, cuaca ekstrem 67 kali, kebakaran rumah 16 kali, bangunan rumah ambruk 24 kejadian, orang hanyut/tenggelam di aliran sungai 5 kejadian dan satu orang hilang. Dampak dari bencana alam tersebut, antara lain, 6 orang meninggal dunia, luka-luka 3 orang, turut menderita 1.698 jiwa dan 257 jiwa terpaksa mengungsi.
“Sementara itu, akibat longsor dan banjir ratusan rumah terdampak, dengan rincian 31 unit rusak berat, 48 unit rusak sedang, 170 unit mengalami rusak ringan. Sedangkan rumah yang terancam longsor 56 unit dan 189 unit terendam akibat banjir,” paparnya.
Adapun prasarana terdampak terdampak banjir dan longsor antara lain, 25 titik jalan desa rusak, jembatan 4 titik, sawah 10,6 hektar, lahan kebun dan hutan 25 hektar, gedung sekolah 15 unit, sarana kesehatan 2 titik, sarana ibadah 2 titik, sarana irigasi 31 titik dan tebing penahan tanah (TPT) mengalami longsor di 118 lokasi.
“Dalam upaya mengantisipasi bencana alam di tahun 2026 terutama menghadapi cuaca ekstrem, kami menghimbau masyarakat, agar berhati-hati dan tetap waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, sambaran petir dan jalan licin. Terutama untuk yang beraktifitas di luar. Semoga di tahun 2026 tidak terjadi kebencanaan di wilayah Kuningan,” harapnya.***

















