Transformasi ini membutuhkan dukungan lintas kementerian agar kawasan tersebut benar-benar menjadi sport center terpadu berstandar internasional.
Dalam rapat tersebut juga dibahas penguatan Beasiswa Prestasi Olahraga yang mencakup atlet, pelatih, dan tenaga manajemen olahraga melalui kerja sama dengan LPDP dan Kemendiktisaintek.
“RTM ini kita lakukan untuk mengonkretkan dukungan lintas kementerian dan lembaga. Program ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua harus bergerak dengan aksi nyata agar target besar olahraga nasional sesuai harapan Presiden benar-benar tercapai,” tegasnya.
Selain pembangunan kawasan dan beasiswa, pemerintah juga memperkuat pembinaan dari 14 menjadi 21 cabang olahraga unggulan nasional dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, serta pembagian peran yang jelas antara provinsi dan kabupaten/kota.
Langkah strategis ini menjadi fondasi menuju target prestasi SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade 2028, sekaligus memperkuat sistem olahraga nasional secara berkelanjutan.
Turut hadir dalam agenda tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Direktur Utama PTPN III Denaldy Mulino Mauna, serta perwakilan dari kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terkait.***















