TERASJABAR.ID – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pariwisata sebagai salah satu prioritas utama pembangunan Kota Bandung, sekaligus memperkuat peran Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung (BP2KB ), sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mempromosikan Bandung kepada wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara. Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama 9 anggota unsur Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung di Pendopo Kota Bandung, Rabu (14/1/2025).
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung beserta jajaran, serta General Manager Angkasa Pura/InJourney Bandara Husein Sastranegara. Diskusi difokuskan pada penguatan arah kebijakan pariwisata, promosi kota, peningkatan aksesibilitas, serta sinkronisasi lintas sektor.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Farhan menyampaikan dukungan penuh terhadap keberadaan Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung sebagai mitra resmi Pemerintah Kota Bandung dalam pengembangan dan promosi pariwisata. Menurutnya, promosi kota memerlukan orkestrasi yang terarah, konsisten, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Dari sisi aksesibilitas, pihak Angkasa Pura/InJourney menyampaikan bahwa frekuensi penerbangan di Bandara Husein Sastranegara akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas Bandung dengan kota-kota lain, termasuk mendukung pergerakan wisatawan dan pengembangan segmen MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dan Sport Tourim.
Segmen MICE juga disepakati sebagai salah satu andalan pariwisata Kota Bandung yang perlu diperkuat secara serius. Dengan infrastruktur perhotelan, karakter kota kreatif, serta kapasitas sumber daya manusia, Bandung dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai kota tujuan MICE nasional.
Dalam diskusi tersebut, Subchan Daragana, Wakil Ketua Bidang Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung, menyoroti pentingnya perubahan cara pandang dalam pembangunan pariwisata Kota Bandung. Menurutnya, tantangan pariwisata Bandung tidak lagi semata pada jumlah kunjungan, melainkan pada kualitas pengalaman dan makna yang dirasakan wisatawan.
“Bandung selama ini ramai dikunjungi, tetapi belum tentu benar-benar dialami. Kota ini memiliki lebih dari seribu bangunan cagar budaya, salah satu yang terbanyak di dunia, namun banyak yang masih sunyi dari cerita. Tantangan kita adalah menggeser pariwisata dari sekadar viral menjadi bermakna,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tugas utama Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung mencakup upaya meningkatkan citra pariwisata Kota Bandung, mendorong kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara sekaligus belanja wisata, membantu menggalang pendanaan promosi di luar APBD, melakukan riset pariwisata serta pengembangan bisnis wisata, hingga memastikan tata kelola kelembagaan yang profesional melalui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Secara strategis, lanjut Subchan, Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung berfungsi sebagai koordinator promosi pariwisata lintas dunia usaha sekaligus mitra kerja resmi Pemerintah Kota Bandung.
“Artinya, Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung ini bukan event organizer, bukan juga hanya kepanjangan humas, tetapi orkestrator promosi dan penjaga arah narasi pariwisata kota,” tegasnya.
Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung (BP2KB) juga menyatakan kesiapan untuk membantu Wali Kota Bandung dalam menyinkronkan agenda pariwisata lintas kedinasan, agar program dan event kota tidak berjalan parsial, melainkan terhubung dalam satu arah pengembangan pariwisata Bandung.
Sejumlah isu strategis pariwisata Kota Bandung turut dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari tantangan koordinasi lintas sektor akibat ego sektoral antar dinas, promosi yang belum optimal, kendala perizinan dan dukungan teknis penyelenggaraan event, hingga kebutuhan mendesak untuk memperkuat sumber daya manusia kepariwisataan.
Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus yang disepakati bersama. SDM pariwisata dinilai perlu dibekali tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga literasi budaya, hospitality, dan kemampuan storytelling agar mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan.
Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kota Bandung dan Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung sepakat memperkuat kolaborasi dan kepercayaan bersama guna memastikan pariwisata Bandung tumbuh tidak hanya secara kuantitatif, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan.
















