TERASJABaR.ID – Iran dikabarkan telah menerima proposal gencatan senjata berisi 15 poin yang diajukan pemerintahan Donald Trump.
Kabar ini muncul setelah laporan menyebut Amerika Serikat mengirimkan rencana tersebut kepada Iran melalui Pakistan, yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Washington serta sejumlah negara di kawasan Teluk.
Sejumlah pejabat menyebutkan bahwa proposal tersebut mencakup berbagai isu penting, seperti kemungkinan pencabutan sanksi terhadap Iran, pengurangan program nuklir, pembatasan pengembangan rudal balistik, hingga jaminan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Rencana tersebut dinilai sebagai upaya untuk meredakan ketegangan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Di sisi lain, seorang pejabat dari Mesir yang terlibat dalam proses mediasi antara Iran dan Amerika Serikat menyebut proposal tersebut sebagai “kesepakatan komprehensif” untuk mencapai gencatan senjata.
Namun, ia juga menegaskan bahwa dokumen tersebut masih dianggap sebagai dasar awal untuk negosiasi lanjutan, sehingga belum dapat dipastikan akan langsung disepakati kedua pihak.
Meski begitu, Iran membantah laporan yang menyebutkan mereka sudah terlibat dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat.
Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, bahkan menyindir Trump dengan mengatakan bahwa konflik internal di Amerika Serikat tampaknya sudah begitu besar hingga negara tersebut seolah-olah bernegosiasi dengan dirinya sendiri.-***
















