Rivan menjelaskan bahwa volume lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek pada H+5 Idulfitri 1447H/2026 (Kamis, 26 Maret 2026) mencapai 192.122 kendaraan atau meningkat 43,1% dibanding normal (134.273 kendaraan).
Peningkatan jumlah kendaraan tertinggi tercatat terjadi di GT Cikampek Utama, yaitu sebesar 68.244 kendaraan, meningkat 162,7% dari lalin normal.
Rivan menambahkan, potensi kepadatan tidak hanya dipengaruhi oleh volume lalu lintas yang meningkat dibanding kondisi normal, tetapi juga tingginya aktivitas pengguna di rest area.
Kondisi ini memerlukan antisipasi melalui perencanaan perjalanan yang matang, termasuk pemanfaatan rest area alternatif di luar jalan tol serta penggunaan aplikasi Travoy untuk memperoleh informasi lalu lintas secara real time.
“Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan rest area alternatif di sepanjang Ruas Tol Trans Jawa , mulai dari Jalan Tol Semarang-Solo KM 444 hingga Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 72, dan berada tidak jauh dari akses gerbang tol sehingga tetap mudah dijangkau oleh pengguna jalan, setelah beristirahat, pengguna jalan dapat kembali melanjutkan perjalanan melalui gerbang tol yang sama tanpa dikenakan tarif tambahan,” ujarnya.
Untuk merencanakan perjalanan secara matang, pengguna jalan dapat menggunakan aplikasi Travoy untuk mengetahui kondisi lalu lintas terkini, dan manfaatkan program diskon tarif tol sebesar 30% di sembilan ruas strategis Jasa Marga Group, guna membantu mengurai potensi kepadatan seiring peningkatan arus yang diperkirakan terjadi pada 28–29 Maret 2026.
Rivan kembali mengingatkan pengemudi dengan kendaraan sumbu tiga atau lebih dapat mematuhi ketentuan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447H terkait pembatasan operasional kendaraan barang, termasuk tidak melintas pada waktu yang telah ditetapkan, yaitu pada periode 13-29 Maret 2026.
Rivan juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan untuk silaturahmi maupun kembali ke wilayah Jabotabek melalui jalan tol untuk memastikan kesiapan perjalanan, di antaranya memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan, mempersiapkan perbekalan, memastikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik.


















