TERASJABAR.ID – Alvaro Arbeloa mungkin tak menyangka ucapannya soal tidak ingin meniru Jose Mourinho justru menjadi gambaran nyata perjalanan kariernya di Real Madrid.
Awalnya ia dipandang sebagai sosok tegas yang siap menggunakan segala cara, namun seiring waktu justru tampil lebih rendah hati dan tenang.
Meski sempat dikaitkan dengan gaya keras Mourinho, pendekatan Arbeloa kini lebih menyerupai Carlo Ancelotti.
Ia memilih membangun hubungan dekat dengan pemain, bahkan menyediakan ruang terbuka bagi mereka untuk berdiskusi.
Pendekatan ini membantu meredakan ketegangan di ruang ganti, termasuk dengan pemain seperti Vinicius Junior dan Federico Valverde.
Di lapangan, Arbeloa juga menunjukkan fleksibilitas taktik. Ia menekankan pentingnya keseimbangan tim dibanding sekadar gaya bermain.
Kehadiran pemain muda seperti Thiago Pitarch memberi energi baru dan membantu tim tampil lebih solid, termasuk saat menghadapi Manchester City.
Namun, tantangan besar masih ada. Arbeloa harus menemukan cara agar bintang seperti Jude Bellingham, Kylian Mbappe, dan Vinicius bisa bermain bersama tanpa mengorbankan keseimbangan tim.
Kini, setelah melewati periode sulit, tanda-tanda kebangkitan mulai terlihat di Bernabeu.
Masa depan Arbeloa akan sangat ditentukan oleh kemampuannya menyatukan para bintang tersebut menjadi tim yang konsisten meraih kemenangan.-***














