TERASJABAR.ID – Perang Seablings menjadi salah satu buah bibir hangat di media sosial, terutama X (Twitter).
Konflik online ini terdiri dari netizen Asia Tenggara yang menyebut diri mereka Seablings dan netizen Korea Selatan atau Knetz.
Awalnya, masalah ini dipicu oleh insiden yang terjadi saat boyband asal Korea Selatan bernama DAY6, menggelar konser di Malaysia.
Dari situ, masalah merembet bagaikan api hingga kemudia berubah menjadi perdebatan panas antara kedua belah pihak.
Baca Juga: Kronologi Perang Netizen Korea Selatan vs Asia Tenggara, Dari Mana Awal Masalahnya?
Apa Itu SEAblings?
Panasnya situasi memicu munculnya solidaritas lintas negara dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Thailand.
Kemudian penggunaan istilah SEAblings mulai muncul ke permukaan.
Istilah tersebut berasal dari gabungan SEA (Southeast Asia/Asia Tenggara) dan Siblings (Saudara).
Lalu istilah ini menjadi lambang persatuan regional netizen melawan komentar yang dianggap mendegradasi Asia Tenggara.
Baca juga: 14 POSISI! KAI Services Buka Loker Daily Worker Angkutan Lebaran 2026 Buat Tamatan SMA SMK
Hashtag #SEAblings pun viral dan ramai digunakan di media sosial X sebagai bentuk perlawanan narasi rasis dan negatif.
Mulai dari thread, Meme, hingga konten dari berbagai macam negara mulai muncul membela masyarakat Asia Tenggara.
Kendati begitu, tidak semua netizen Korea Selatan mendukung narasi rasis yang ditujukan ke masyarakat ASEAN.
Justru, sebagian warganet Korsel meminta masyarakat luar negeri tidak menganggap narasi negatif tersebut mewakili Korea Selatan secara keseluruhan.***











