TERASJABAR.ID – Hujan deras disertai angin puting-beliung menerjang kawasan Nagreg dan Cicalengka, Kab. Bandung, Jumat (20/3/2026) sore. Di Nagreg, sebuah pohon tumbang sempat menutup badan jalan dan arus lalu lintas sempat macet. Sementara di Cicalengka, puting-beliung menerjang pertigaan pintu rel kereta api Desa Cikuya, Kecamatan Cicalengka.
Akibatnya, ada kerusakan sejumlah fasilitas umum dan bangunan milik warga. Termasuk pohon tumbang di belakang Kantor Kecamatan Cicalengka. “Ya, ada pohon tumbang tepat di belakang Kantor Kecamatan Cicalengka yang nempel ke tembok kecamatan. Kalau ke Polsek Cicalengka masih terhalang jalan. Tidak ada korban jiwa,” kata Kapolsek Cicalengka, Kompol Ada Rahmat, Jumat (20/3/2026).
Sementara itu, Beny Sonjaya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Beny Sonjaya ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. “Ya, ada pohon tumbang di Nagreg dan Cicalengka. Di Cicalengka akibat terjangan angin kencang. Saat ini kami masih melakukan asesment dan pendataan,” kata Beny.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30. Sore itu hujan lebat disertai angin kencang terjang Cicalengka memporak-poranda area sejumlah pohon tumbang dan beberapa tiang listrik roboh. Selain itu, sejumlah bangunan ringan seperti warung dan gerobak bakso dilaporkan tertimpa material yang terbawa angin. Beberapa atap bangunan juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan angin.
Wahidin (44), salah seorang warga setempat, mengatakan angin datang secara tiba-tiba dengan suara gemuruh yang cukup keras. “Awalnya hujan biasa, tapi tidak lama kemudian anginnya kencang sekali. Pohon langsung tumbang, warung di pinggir jalan juga ikut roboh,” ujarnya.
Ia mengaku, sempat panik saat melihat tiang listrik di dekat rumahnya roboh.“Kami langsung keluar rumah menyelamatkan diri. Takut ada kabel listrik yang masih aktif,” katanya.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar, mengingat kerusakan yang terjadi di sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian.*
















