TERASJABAR.ID – Dugaan kasus penganiayaan terhadap pengusaha yang juga pengacara anggota Peradi Bandung, Sandy Prananta, oleh JSS, dokter RS Melinda, telah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan oleh Polsek Sukajadi. Dalam waktu dekat, polisi akan adakan gelar perkara untuk menentukan status terlapor JSS.
“Iya tunggu saja perkembangan selanjutnya, penyidik tengah mendalami kasus ini,” ujar Kapolsek Sukajadi Kompol Edy Kusmawan, S.H., M.H., melalui penyidik, kepada media, Rabu (31/12/2025).
Ketika ditanya apakah terlapor akan ditahan, Kapolsek menyebut, bila nanti statusnya berubah jadi tersangka, bisa saja dilakukan penahanan. Namun apabila yang bersangkutan kooperatif dan tak punya indikasi akan melarikan diri, bisa pula tak dikenakan tahanan.
Sementara itu, menurut seorang saksi, pada saat kejadian, Sandy membawa anak perempuannya yang masih berusia lima tahun. Anak itu menyaksikan secara langsung ketika ayahnya dipukuli. “Si anak mengalami trauma berat, beberapa malam tak bisa tidur nyenyak dan kerap menangis ketika melihat ayahnya,” kata saksi.
Ia juga mengatakan, babysitter yang ada di mobil bersama anak itu, langsung membawa lari sang anak ke dalam komplek (rumah korban). “Anaknya menangis melihat ayahnya dipukulin pakai besi, lalu dibawa lari oleh babysitter,” ujarnya.
Seperti diketahui, JSS diduga menganiaya Sandy Prananta, hingga terluka parah, pada Selasa (16/12) lalu, di kawasan Komp. Kumala Garden, Kel. Sukawarna, Kec. Sukajadi, Kota Bandung. Ia memukuli korban bernama Sandy Prananta menggunakan alat pemukul sejenis stik besi pada bagian kepala dan anggota tubuh lainnya.
Korban menderita luka robek pada bagian kepala hingga harus ditangani 16 jahitan. Luka memar dan lebam pun ada di bagian leher dan tangan. Setelah mendapat perawatan medis di RS Santo Borromeus, korban pun lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Sukajadi keesokan harinya.
Berdasarkan laporan dari Sandy, insiden ini berawal ketika ia sedang mengendarai mobilnya di sekitar Jl. Pajajaran arah Bandara Husein, tiba-tiba dipepet oleh kendaraan milik JS. Pelaku dan pelapor sebenarnya sudah melanjutkan perjalanan masing-masing. Namun ketika memasuki perumahan Kumala Garden, keduanya berhenti dan terlibat cekcok.
Pelaku terlihat membawa alat semacam besi panjang dan menghampiri Sandy kemudian memukulkannya berulang-ulang. Security perumahan Kumala Garden sempat mencoba untuk melerai, namun pelaku terus melakukan pemukulan.*












