Sebagai seorang guru, saya kerap menulis tentang nilai, keteladanan, dan makna kehidupan. Namun malam itu, saya tidak perlu menulis apa pun. Kehidupan sendiri sedang mengajarkan pelajaran yang sangat nyata: syukur itu bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa dalam kita menikmati apa yang Allah titipkan.
Bandung malam itu tidak hanya dingin oleh udara pegunungan, tetapi hangat oleh cinta keluarga. Saya dan istri saling pandang, lalu tersenyum. Dalam hati kami sama-sama tahu, inilah nikmat yang tak bisa diukur dengan apa pun.
Alhamdulillah ya Allah. Engkau pertemukan kami dengan keluarga tercinta, Engkau izinkan kami menikmati kebersamaan, dan Engkau ajarkan kembali bahwa kebahagiaan sejati selalu dekat—selama kita mau berhenti sejenak dan mensyukurinya.
Perjalanan boleh berlanjut ke mana saja, tetapi selama masih bersama orang-orang tercinta, setiap langkah akan selalu terasa bermakna. (Hati pena)
Salam bloger persahabatan
Wijaya Kusumah – omjay
Guru blogger Indonesia
Blog https://wijayalabs.com












