TERASJABAR.ID.– Taman Hutan Raya (Tahura) Bandung salah satu tujuan wisata yang wajib dikunjungi oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Bilamana Anda berkunjung ke Bandung, disarankan untuk singgah di Taman Hutan Raya (Tahura) Juanda.
Taman Hutan Raya ini berlokasi di wilayah perbatasan antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung serta Kabupaten Bandung Barat. Wisata Tahura dikelola langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Secara administrasi lokasinya mencakup wilayah Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, serta sebagian wilayah Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dan Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
Luas Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda sekitar 590 hektar. Sebelumnya, pada tahun 1965 luasnya hanya sekitar 10 hektar, namun kemudian meluas hingga mencakup area dari Curug Dago di Bandung hingga Maribaya di Lembang.
Bagi penggemar hiking Pengunjung dapat berjalan kaki menembus hutan belantara melalui jalan beraspal dan sebagian paving blok sampai ke kawasan Pemandian Air Panas Maribaya, jarak tempuhnya sekitar 6-7 km.

Taman Hutan Raya di Jl. Ir. H. Djuanda menyimpan keindahan dari beragam spot menarik. Di sini ada beberapa spot menarik seperti,
Goa Belanda : Gua Belanda ini sudah dibangun sejak 1901, yang mana awalnya digunakan sebagai kebutuhan pembangkit listrik tenaga air oleh perusahaan. Hingga akhirnya pada tahun 1941, gua ini dijadikan markas oleh militer Belanda, juga sebagai gudang penyimpanan senjata, pusat komunikasi, hingga digunakan sebagai penjara. Saat berada di Gua Belanda, pengunjung bisa menemukan 15 lorong dan 2 pintu masuk setinggi 3.2 meter dengan luas pelatarannya 0.6 hektar dan luas seluruh gua berikut lorongnya adalah 547 meter.
Goa Jepang : Tak jauh dari lokasi Gua Belanda, pengunjung bisa berkunjung ke Gua Jepang. Gua ini dibangun pada tahun 1942 oleh militer Jepang dan konon juga memanfaatkan tenaga masyarakat Indonesia yang dipekerjakan secara paksa yang dikenal dengan sebutan Romusha. Gua yang dimanfaatkan sebagai barak militer dan perlindungan ini memiliki 4 pintu masuk dan 2 lubang penjagaan. Di sini terdapat bungker berjumlah 18 yang penampakannya masih sama seperti keadaan aslinya. Bungker yang dibagun dengan jarak masing-masing 13 meter ini berfungsi sebagai tempat pengintaian, tempat penembakan, ruang pertemuan, gudang, dan dapur.
Tebing Keraton : berada di ketinggian 1.200 mdpl akan membuat siapapun terpesona karena dari atas tebing pengunjung akan disuguhi pemandangan hijaunya Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang terhampar luas.
Sementara dua Curug yang berada di THR yaitu, curug Omas dan curug Dago menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Kedua curug itu antara lain, Curug Omas : dengan tinggi 30 meter dan kedalaman sekitar 10 meter. Curug ini sudah masuk kawasan Maribaya.
Sedangkan Curug Dago ketinggian air 12 meter terbentuk dari aliran lava letusan Gunung Tangkuban Perahu 125 ribu tahun dan 48 ribu tahun silam. di Curug Dago juga terdapat 2 prasasti, yaitu Prasasti Chulalongkom dan Prasasti Prajadhipok yang merupakan peninggalan Raja Siam. Kedua Prasasti ini menampakkan ukuran tulisan menggunakan aksara Thailand.
Tiket masuk ke Tahura relatif terjangkau , hanya Rp15.000/per-orang dan dikenakan tambahan asuransi Rp2.000/per-orang.
Anda penasaran silahkan datang bersama keluarga maupun komunitas untuk melepas rutinitas seraya menikmati alam indah di Taman Hutan Raya.












