TERASJABAR.ID – NEC Nijmegen, klub sepak bola yang berbasis di kota Nijmegen, Belanda, telah lama dikenal sebagai salah satu tempat berkembangnya bakat-bakat muda di dunia sepak bola.
Di antara sekian banyak pemain yang pernah menimba ilmu di akademi dan tim utama klub ini, tiga nama kini mencuri perhatian publik Indonesia: Ole Romeny, Maarten Paes, dan Ragnar Oratmangoen.
Ketiganya, yang memiliki garis keturunan Indonesia, pernah menjadi bagian dari NEC Nijmegen saat masih berusia belia, sebelum akhirnya meniti karier profesional mereka di berbagai belahan dunia.
Ole Romeny: Penyerang Serba Bisa dari Akademi NEC

Ole ter Haar Romeny lahir pada 20 Juni 2000 di Nijmegen, kota yang menjadi kandang NEC. Sebagai putra daerah, ia memulai perjalanan sepak bolanya di akademi klub lokal tersebut. Romeny bergabung dengan sistem pembinaan NEC pada usia muda dan menunjukkan potensi besar sebagai penyerang serba bisa. Ia dikenal mampu bermain sebagai penyerang tengah maupun di sayap, dengan postur 185 cm yang mendukung permainannya.
Pada musim 2017-2018, Romeny mulai mendapatkan kesempatan di tim senior NEC Nijmegen. Selama periode 2017 hingga 2022, ia mencatatkan 75 penampilan dan mencetak 10 gol untuk tim utama. Debutnya di level profesional menjadi bukti bahwa kerja kerasnya di akademi membuahkan hasil. Setelah meninggalkan NEC, Romeny melanjutkan kariernya bersama FC Utrecht di Eredivisie, di mana ia terus menarik perhatian, termasuk dari PSSI yang tengah mencari striker keturunan untuk Timnas Indonesia.
Maarten Paes: Kiper Muda yang Bersinar

Maarten Vincent Paes, lahir pada 14 Mei 1998, juga menapaki karier awalnya di NEC Nijmegen. Sebagai kiper muda, Paes bergabung dengan akademi NEC dan perlahan menunjukkan kualitasnya sebagai penjaga gawang yang andal. Pada musim 2017-2018, ia menjadi bagian dari skuad senior NEC, meskipun saat itu lebih sering berperan sebagai kiper cadangan di belakang Joris Delle.
Karier Paes mulai menanjak ketika ia pindah ke FC Utrecht pada 2018, di mana ia akhirnya menjadi kiper utama. Kini, Paes bermain untuk FC Dallas di Major League Soccer (MLS) dan telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia, membukanya peluang untuk memperkuat Timnas Indonesia. Jejaknya di NEC menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan kariernya sebagai salah satu kiper potensial keturunan Indonesia.
Ragnar Oratmangoen: Talenta Serangan dari Oss

Ragnar Oratmangoen, lahir pada 21 Januari 1998, memiliki cerita yang sedikit berbeda namun tetap terhubung dengan NEC. Ia bergabung dengan akademi N.E.C./FC Oss pada tahun 2009, saat masih berusia 11 tahun. Program kerjasama antara NEC dan FC Oss memungkinkan pemain muda dari wilayah sekitar, termasuk Oratmangoen yang berasal dari Oss, untuk berkembang di sistem pembinaan NEC.
Pada Juni 2017, Oratmangoen menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan NEC, menandai langkah besar dalam kariernya. Ia sempat dipinjamkan ke FC Oss pada musim 2018-2019, di mana ia mencatatkan 18 penampilan dengan dua gol dan empat assist. Setelah itu, NEC memperpanjang kontraknya hingga 2022. Kini, Oratmangoen bermain untuk FCV Dender di Belgia dan telah menjadi bagian dari Timnas Indonesia, menunjukkan kualitasnya sebagai pemain serangan yang dinamis.
Jejak karier Ole Romeny, Maarten Paes, dan Ragnar Oratmangoen di NEC Nijmegen adalah bukti bahwa klub ini memiliki peran besar dalam mencetak talenta muda. Dari akademi hingga tim senior, NEC menjadi fondasi awal yang membawa mereka menuju karier profesional, dan kini, mungkin juga menuju kejayaan bersama Timnas Indonesia.
Pemain Timnas Indonesia yang kini membela NEC Nijmegen adalah Calvin Verdonk