TERAS JABAR – Nama Dr. Lee Woo Guan sebagai dokter spesialis ortopedi (tulang) senior dan Konsultan Utama di KPJ Kuching Specialist Hospital, Sarawak, Malaysia, sudah tidah asing lagi. Beliau memiliki keahlian sub-spesialisasi dalam bidang Bedah Rekonstruksi Ortopedi Dewasa dan Cedera Olahraga (Adult Reconstructive Orthopaedic and Sports Surgery).
Beliau dikenal luas sebagai salah satu pakar ortopedi terkemuka di kawasan Asia Pasifik, terutama Indonesia, khususnya dalam prosedur penggantian sendi (joint replacement) serta pembedahan ortopedi modern berbasis teknologi robotik.
Bahkan, banyak pasien dari Indonesia yang menjuluki dr. Lee sebagai ahli bedah ortopedi ‘Bertangan Dewa’.
Dr. Lee menempuh pendidikan kedokteran tingkat tinggi di berbagai lembaga prestisius internasional, yakni lulus Sarjana Kedokteran dari University of Malaya (UM), Malaysia, pada tahun 1993. Meraih gelar Magister Bedah (Master of Medicine) dari National University of Singapore (NUS), Singapura, pada tahun 1997. FRCS (Edinburgh), lulus ujian bedah gabungan dari Royal College of Surgeons of Edinburgh, Inggris, pada tahun 1997.
Dr. Lee juga memperdalam keahlian bedahnya dengan menjalani serangkaian pelatihan Fellowship di Eropa dan Amerika Serikat. Dr. Lee menjalani pelatihan intensif di Royal Infirmary of Edinburgh serta Princess Margaret Hospital, Inggris.
Beliau memiliki pengalaman klinis selama lebih dari 25 tahun dalam menangani berbagai gangguan tulang dan sendi di KPJ Kuching Specialist Hospital.
Dr. Lee juga dikenal sebagai dokter ortopedi yang sangat aktif, dengan rekam jejak menangani lebih dari 2.500 kasus operasi dalam kurun waktu 3 tahun pasca-pandemi.
“Lebih dari setengahnya adalah pasien dari Indonesia,” tutur dr. Lee yang menerima berbagai penghargaan internasional, di antaranya GlobalHealth Asia Pacific Awards 2025 di Bangkok serta Healthcare Asia Awards 2026 di Singapura itu.

Dr. Lee adalah pelopor revolusi bedah ortopedi modern menggunakan bantuan teknologi robotik seperti ROSA dan VELYS serta cetakan 3D printing untuk hasil operasi yang jauh lebih presisi, meminimalkan rasa sakit, dan mempercepat pemulihan pasien.

















