TERASJABAR.ID – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa meminta seluruh pengelola destinasi wisata meningkatkan kesiapan menjelang periode libur sekolah yang diperkirakan akan mendorong lonjakan pergerakan wisatawan di berbagai daerah.
Saat meninjau atraksi wisata Waterbom Bali, Jumat (5/6/2026), Wamenpar mengatakan periode libur sekolah merupakan salah satu momentum penting bagi pariwisata nasional karena diperkirakan akan mendorong peningkatan pergerakan wisatawan nusantara, termasuk ke Bali.
“Kunjungan ini menjadi langkah kami untuk melihat secara langsung kesiapan destinasi wisata, khususnya di Bali, dalam menghadapi momentum libur sekolah,” kata Ni Luh Puspa.
Wamenpar menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama dalam menyambut musim liburan. Karena itu, seluruh pengelola destinasi diharapkan memastikan fasilitas dan layanan berada dalam kondisi optimal sebelum menerima lonjakan kunjungan wisatawan.
Menurut Wamenpar, libur sekolah tidak hanya harus dipandang sebagai peluang meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menunjukkan kualitas pengelolaan destinasi dalam mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan.
Kesiapan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari sarana dan prasarana, manajemen pengunjung, mitigasi risiko, penerapan standar keselamatan, pengelolaan sampah, hingga kesiapan sumber daya manusia yang menjadi elemen utama dalam memberikan pengalaman wisata yang aman dan nyaman.
Wamenpar secara khusus mengapresiasi manajemen Waterbom Bali yang dinilai konsisten menjaga kualitas layanan dan standar operasional destinasi.
“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan pariwisata dapat terus berkolaborasi menghadirkan destinasi yang aman, nyaman, dan berkualitas sehingga wisatawan dapat menikmati liburan dengan tenang serta membawa kesan positif terhadap pariwisata Indonesia,” ujarnya.
Untuk memperkuat aspek keselamatan wisata, Kementerian Pariwisata telah menyiapkan berbagai program pelatihan bagi pelaku industri pariwisata, khususnya pada aktivitas berisiko tinggi seperti wisata gunung, wisata tirta, arung jeram, dan snorkeling. Program ini dilakukan bersama asosiasi, akademisi, dan praktisi pariwisata melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi profesi.
Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan asosiasi, akademisi, dan praktisi pariwisata, serta diperkuat melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi profesi.
Dalam aspek pelayanan wisata, Kementerian Pariwisata juga telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang mengatur standar pelayanan wisatawan sejak tahap perencanaan perjalanan hingga wisatawan kembali dari destinasi.
“Dokumen ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk industri pariwisata, untuk memastikan kesiapan destinasi dalam memenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan,” kata Wamenpar.
CEO Waterbom Bali, Sayan Gulino, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menghadapi periode high season, termasuk libur sekolah, melalui pengawasan kualitas yang ketat terhadap seluruh fasilitas dan sarana pendukung.
“Kami memiliki departemen quality control yang secara rutin melakukan pemeriksaan. Dengan pengalaman 33 tahun, kami siap menghadapi peningkatan kunjungan wisatawan. Dari sisi tim dan staf pun kami telah mempersiapkan diri menghadapi high season,” ujar Sayan.
Selain memastikan kesiapan fasilitas, Waterbom Bali juga menerapkan manajemen kapasitas secara ketat guna menjaga daya dukung lingkungan dan kualitas pengalaman wisatawan.
“Dengan manajemen kapasitas yang baik, pengunjung tidak perlu mengantre terlalu lama, ketersediaan loker tetap memadai, serta kebersihan toilet dan fasilitas umum tetap terjaga. Karena itu, dalam menghadapi high season kami akan tetap disiplin menjaga kapasitas kunjungan sesuai standar yang telah ditetapkan,” katanya.***
Sumber: Kemenpar

















