TERASJABAR.ID – Perjalanan wisata berubah menjadi mimpi buruk. Sebuah mobil Toyota Avanza silver nomor polisi D 1258 JJ yang membawa wisatawan asal Langkap Lancar, Pamarican, Kabupaten Pangandaran, mengalami laka tunggal di Tanjakan Leuwikeris jalur Karanglayung Cineam. Mobil terbalik setelah pengemudi mengaku melihat udara hitam di depan mata sesaat sebelum kehilangan kendali, Sabtu(6/6/2026).
Insiden terjadi saat kendaraan menanjak di jalur ekstrem Leuwikeris yang dikenal curam dan berkelok. Menurut keterangan saksi Dede Nope di lokasi, mobil melaju dari arah Karanglayung menuju Cineam. Tiba tiba pengemudi berteriak menyebut pandangannya gelap total seperti tertutup kabut hitam. Dalam hitungan detik, Avanza oleng ke sisi jalan lalu terbalik.
Warga yang melintas langsung berhamburan memberi pertolongan. Beberapa orang memecahkan kaca untuk mengeluarkan korban dari dalam mobil yang posisinya terbalik. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun para penumpang mengalami luka dan syok berat akibat benturan.
Diduga saat mengendara pengemudi kelelahan dan kondisi jalan menanjak memicu pandangan kabur hingga akhirnya gelap total. Fenomena blackout sesaat di tanjakan Leuwikeris memang bukan kali pertama dikeluhkan pengendara. Jalur ini menuntut konsentrasi penuh karena kemiringan tinggi dan tikungan tajam.
Petugas yang mendapat laporan segera datang ke lokasi untuk mengevakuasi kendaraan dan memeriksa kondisi korban. Mobil Avanza mengalami kerusakan parah pada bagian atap dan bodi.
Warga sekitar mengingatkan pengendara yang melintas di Tanjakan Leuwikeris agar tidak memaksakan diri jika merasa lelah atau mengantuk. Jalur ini menuntut kondisi fisik prima dan kewaspadaan tinggi. Mengabaikan tanda kelelahan bisa berakibat fatal seperti yang dialami wisatawan Pangandaran ini.
Kecelakaan tunggal ini menjadi pengingat keras bahwa kondisi pengemudi sama pentingnya dengan kondisi kendaraan. Blackout sesaat di depan mata bisa merenggut nyawa jika terjadi di jalur berbahaya. Warga berharap ada rambu tambahan dan pos istirahat di titik rawan agar kejadian serupa tidak terulang, ” himbaunya(*)
















