TERASJABAR.ID – Wakil Walikota Tasikmalaya Raden Diky Chandra Negara mengejutkan publik. Di saat banyak pejabat menggelar pesta pernikahan anak secara megah dan mengundang pejabat bertingkat, Diky justru memilih jalan sebaliknya. Pernikahan putra sulungnya, Raden Diffa M Chandra dengan Putri Endita, digelar sederhana di Jonggol, Kabupaten Bogor, pada tanggal cantik Sabtu 6 Juni 2026.
Kabar bahagia itu disampaikan Diky saat ngobrol bareng usai kegiatan dan ia meminta doa restu kepada seluruh warga Kota Tasikmalaya agar prosesi pernikahan putranya berjalan lancar dan penuh berkah. Diky juga memanjatkan doa agar Diffa dan Putri Endita dilimpahi kebahagiaan, diberikan kelanggengan, dan kelak menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah hingga akhir hayat.
Namun yang membuat pernyataan Diky menjadi sorotan adalah keputusan tegasnya membatasi undangan. Dalam surat terbuka kepada pimpinan daerah, DPRD, tokoh masyarakat, dan warga Kota Tasikmalaya, Diky menegaskan pernikahan putranya digelar tanpa perlakuan khusus untuk tamu VIP. Jumlah undangan juga disesuaikan dengan kemampuan keluarga.
Langkah ini diambil untuk menghindari beban berlebihan dan menutup celah potensi gratifikasi. Diky tidak ingin pernikahan anaknya menjadi ajang pembedaan status sosial. Semua tamu diperlakukan sama, tanpa karpet merah khusus bagi pejabat. Ia memilih esensi sakral pernikahan dibanding kemeriahan semu yang sering kali menguras biaya besar.
“Saya hanya melaporkan saja tanpa mengundang. Sekaligus memohon doa kepada Bapak dan Ibu untuk kelancaran acara dan keberkahan calon pengantin. Sekali lagi mohon maaf dan terima kasih,” tulis Diky dalam surat terbukanya.
Keputusan itu langsung menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Di tengah budaya pesta mewah yang sering kali menjadi sorotan publik, sikap Diky dianggap sebagai tamparan halus bagi pejabat lain. Ia menunjukkan bahwa jabatan tidak harus dirayakan dengan kemewahan. Pernikahan tetaplah ikatan suci dua insan, bukan panggung politik atau pamer kekuasaan.
Pemilihan tanggal 6 6 2026 juga menjadi daya tarik tersendiri. Angka cantik itu dipilih keluarga sebagai simbol harapan agar pernikahan Diffa dan Putri Endita berjalan selaras dan penuh keberkahan. Acara di Jonggol berlangsung khidmat, jauh dari hiruk pikuk protokoler yang biasanya menyertai hajatan keluarga pejabat.
Doa dari warga Tasikmalaya mengalir deras untuk pasangan muda tersebut. Banyak yang berharap Diffa dan Putri Endita mengarungi bahtera rumah tangga dengan saling menguatkan, penuh cinta, dan menjadi keluarga yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
Dengan langkah sederhana namun berani, Diky Chandra memberi contoh nyata. Jabatan boleh tinggi, tapi perayaan keluarga tetap bisa dijalani dengan kesederhanaan. Sikap itu menjadi pesan moral bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari kemewahan undangan, melainkan dari keberkahan yang menyertai langkah awal rumah tangga anaknya.(*)











