TERASJABAR.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama ASEAN Foundation memperkuat upaya pengembangan talenta digital melalui Program ASEAN AI Ready.
Kolaborasi ini ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap keterampilan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tengah transformasi digital yang berlangsung cepat di kawasan ASEAN.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa penguasaan AI akan menjadi salah satu faktor penentu daya saing bangsa pada masa depan.
Karena itu, negara-negara ASEAN perlu membangun kolaborasi yang lebih erat untuk mempercepat pengembangan talenta digital dan memperluas pemanfaatan teknologi AI secara inklusif.
“Penandatanganan MoU antara ASEAN Foundation dan BPSDM Komdigi merupakan langkah penting untuk memperkuat kerja sama kawasan dalam memajukan adopsi teknologi AI. Negara-negara ASEAN memiliki tantangan yang sama, terutama dalam pengembangan riset AI dan peningkatan kualitas talenta digital,” ujar Wamen Nezar dalam acara Seremoni Penandatanganan Nota Kesepahaman antara ASEAN Foundation dengan Kementerian Komdigi di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta.
Menurut Wamen Nezar, ASEAN tidak hanya merupakan kawasan yang terhubung secara geografis dan politik, tetapi juga ekosistem digital yang memiliki peluang besar untuk tumbuh bersama.
Melalui Program ASEAN AI Ready, negara-negara anggota dapat berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam pemanfaatan teknologi AI.
“Fokus utama program ini adalah membangun talenta digital yang siap menghadapi transformasi teknologi. Melalui kolaborasi kawasan, kita dapat mempercepat peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat daya saing ASEAN dalam ekonomi digital global,” tuturnya.
Wamen Nezar menegaskan pengembangan talenta digital menjadi salah satu prioritas Kemkomdigi.
Pemerintah ingin masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan solusi berbasis AI yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.
Komitmen tersebut mulai menunjukkan hasil.
Salah satunya melalui keberhasilan mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang memenangkan AI Ready ASEAN Youth Challenge melalui pengembangan NOAH AI, aplikasi berbasis kecerdasan artifisial untuk mendukung manajemen kebencanaan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Piti Srisangnam menyatakan program AI Ready ASEAN telah menjangkau lebih dari 5,3 juta masyarakat di Indonesia, dari Aceh hingga Papua.
Program tersebut kini memasuki fase kedua yang akan berlangsung hingga tahun 2028.
“Kami akan terus memberdayakan masyarakat Indonesia agar siap menghadapi transformasi digital dan mampu memanfaatkan potensi besar yang dimiliki dalam penguasaan teknologi AI,” ujar Piti.
Melalui kerja sama ini, Indonesia diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai salah satu pusat pengembangan talenta digital di kawasan ASEAN sekaligus memperluas manfaat teknologi AI bagi masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan sektor publik.***
Sumber: Siaran Pers Kemkomdigi

















