TERASJABAR.ID – Transformasi digital dalam pendidikan tidak hanya soal menghadirkan teknologi di ruang belajar, tetapi juga memastikan setiap warga belajar mendapatkan materi yang relevan dengan kehidupan mereka.
Semangat inilah yang mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PNFI) mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama mengembangkan konten pembelajaran digital interaktif untuk pendidikan kesetaraan.
Melalui partisipasi semesta, Direktorat PNFI membuka ruang kolaborasi bagi tutor, pamong belajar, pengelola Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), akademisi, praktisi, komunitas, hingga masyarakat umum untuk berkontribusi menghadirkan materi pembelajaran yang lebih kontekstual, inspiratif, dan bermanfaat.
Fokus pengembangan konten kali ini adalah muatan pemberdayaan dan keterampilan. Materi yang dihasilkan diharapkan tidak hanya membuat proses belajar menjadi lebih menarik, tetapi juga memberikan bekal nyata yang dapat membantu warga belajar meningkatkan kemampuan, kepercayaan diri, serta kualitas hidup mereka.
Direktur PNFI, I Gusti Made Ardana, menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan memiliki karakteristik yang berbeda dengan pendidikan formal. Karena itu, pendekatan pembelajaran yang digunakan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan para warga belajar.
“Digitalisasi dalam pendidikan kesetaraan bukan sekadar memindahkan bahan ajar dari buku ke layar gawai. Warga belajar Program Paket A, Paket B, dan Paket C memiliki kebutuhan yang khas. Mereka membutuhkan materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, aplikatif, serta mampu mendukung kemandirian ekonomi dan sosial,” ujarnya.
Ia menyampaikan hal itu dalam sosialisasi “Partisipasi Semesta dalam Penyusunan Konten Interaktif Muatan Pemberdayaan dan Keterampilan untuk Pendidikan Kesetaraan”, Rabu (3/6).
Menurutnya, kebutuhan konten pembelajaran yang beragam dan berkualitas tidak mungkin dipenuhi oleh pemerintah sendiri. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan materi yang lebih kaya, relevan, dan sesuai dengan realitas yang dihadapi warga belajar di berbagai daerah.
“Pengembangan konten pendidikan adalah kerja bersama. Kami mengundang seluruh pihak untuk menyumbangkan ide, kreativitas, dan karya terbaiknya agar warga belajar pendidikan kesetaraan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan zaman,” katanya.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga diperkenalkan pada panduan penyusunan konten interaktif yang akan menjadi acuan bersama. Panduan ini dirancang untuk memastikan setiap konten yang dikembangkan memiliki kualitas substansi dan teknis yang baik, aman digunakan, serta dapat terintegrasi dalam ekosistem Rumah Pendidikan.
Saat ini pemerintah juga terus memperkuat platform Rumah Pendidikan, khususnya fitur Ruang Murid, agar akses terhadap pembelajaran digital dapat dinikmati secara lebih inklusif dan merata oleh seluruh warga belajar di Indonesia.
Langkah ini sejalan dengan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Digitalisasi Pembelajaran. Ke depan, konten-konten yang dihasilkan akan memperkaya berbagai sumber belajar digital yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, termasuk melalui Interactive Flat Panel (IFP) yang telah didistribusikan ke berbagai satuan pendidikan.
Dengan semakin banyaknya pilihan konten, warga belajar diharapkan dapat menikmati pengalaman belajar yang lebih hidup dan menyenangkan melalui berbagai format, seperti gim edukasi, simulasi virtual, maupun media interaktif lainnya.
Di sisi lain, melalui kolaborasi yang melibatkan banyak pihak, Direktorat PNFI berharap transformasi digital pendidikan nonformal tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga membuka lebih banyak peluang bagi warga belajar untuk berkembang, berdaya, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Masyarakat dapat mengakses informasi lebih lanjut melalui tautan: https://s.id/kontendigit-PNFI2026 serta dapat mengikuti siaran ulang melalui Youtube Direktorat PNFI melalui https://www.youtube.com/watch?v=VdLFYQepzI8.
Masyarakat dapat mendaftarkan kontennya mulai tanggal 5 s.d. 26 Juni 2026. Proses penilaian konten akan berlangsung pada 6 Juni s.d. 7 Juli 2026. Nantinya, sebanyak 135 konten terpilih yang terdiri atas 35 konten Paket A, 40 konten Paket B, 60 konten Paket C akan diumumkan pada 8 Juli 2026.***
Sumber: Siaran Pers Kemendikdasmen

















