TERASJABAR.ID – AS Roma meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Parma Calcio 1913 dalam lanjutan Serie A di Stadio Tardini, Minggu malam.
Salah satu momen krusial terjadi pada menit ke-101 ketika Donyell Malen sukses mengeksekusi penalti yang memastikan comeback Roma sekaligus membawa mereka naik ke posisi empat klasemen dengan 67 poin.
Namun, keputusan penalti tersebut memicu kontroversi besar.
Pelatih Parma, Carlos Cuesta, meluapkan kekecewaannya usai laga dan menuntut penghormatan bagi timnya.
Ia menilai insiden yang berujung penalti seharusnya tidak terjadi dan dianggap merugikan timnya di menit-menit akhir pertandingan.
Menanggapi protes tersebut, pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, memberikan jawaban bernada sarkastis dalam konferensi pers.
Ia mengatakan bahwa “semua orang bisa melihat kejadian itu dengan jelas” dan bahkan menyebut bahwa Cuesta “benar” secara ironis, merujuk pada kontroversi yang terjadi di lapangan.
Gasperini juga mengakui bahwa Parma tampil dengan semangat tinggi dan membuat laga berjalan sulit.
Ia menegaskan Roma menciptakan banyak peluang, sementara kiper Parma, Suzuki, tampil sangat baik dalam beberapa situasi krusial.
Insiden penalti sendiri terjadi setelah duel antara Sascha Britschgi dan Devyne Rensch di kotak terlarang.
Wasit awalnya tidak memberikan pelanggaran, namun kemudian mengubah keputusan setelah meninjau VAR di pinggir lapangan.
Meski sempat tidak menyaksikan eksekusi penalti karena tegang, Gasperini akhirnya merayakan kemenangan setelah Malen berhasil mencetak gol penentu kemenangan Roma.-***















