TERASJABAR.ID – Mobil listrik semakin banyak dipilih masyarakat karena menawarkan biaya operasional yang lebih hemat sekaligus lebih ramah lingkungan dibanding kendaraan berbahan bakar fosil.
Meski begitu, masih banyak pengguna mobil listrik yang tanpa sadar melakukan kebiasaan kurang tepat saat berkendara sehingga konsumsi daya baterai menjadi lebih boros dan jarak tempuh kendaraan berkurang.
Salah satu kebiasaan yang paling sering dilakukan pengemudi mobil listrik adalah melakukan akselerasi secara agresif.
Karakter mobil listrik yang memiliki torsi instan membuat banyak pengendara tergoda menekan pedal gas terlalu dalam ketika mobil mulai melaju.
Penggunaan daya terbesar justru terjadi pada saat kendaraan mulai berjalan.
Ketika pengemudi langsung menginjak gas secara penuh, baterai membutuhkan energi lebih besar untuk menggerakkan kendaraan sehingga daya lebih cepat terkuras.
Selain itu, kebiasaan mengemudi dengan kecepatan tinggi juga membuat konsumsi listrik meningkat dan berdampak pada jarak tempuh yang semakin pendek.
Tak hanya gaya berkendara, penggunaan air conditioner (AC) yang terlalu dingin juga memengaruhi efisiensi baterai.
Sebab, sistem pendingin pada mobil listrik mengambil daya langsung dari baterai.
Karena itu, pengguna disarankan mengemudi lebih halus dan menggunakan AC secara bijak agar konsumsi daya tetap efisien.-***















