TERASJABAR.ID – Bayi cegukan merupakan kondisi yang umum terjadi, terutama pada bayi baru lahir hingga usia beberapa bulan.
Banyak orang tua merasa khawatir saat bayi mengalami cegukan terus-menerus.
Padahal, sebagian besar kasus cegukan pada bayi sebenarnya normal dan tidak berbahaya.
Cegukan terjadi karena adanya kontraksi pada diafragma yang memicu pita suara menutup secara tiba-tiba sehingga muncul bunyi “hik”.
Meski umum terjadi, penting bagi orang tua untuk mengetahui penyebab bayi cegukan agar dapat memahami kondisi si kecil dengan lebih baik.
Berikut beberapa penyebab bayi cegukan yang paling sering terjadi.
Baca Juga: TERBARU! KAI Services Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMK
Bayi Minum Susu Terlalu Cepat
Salah satu alasan paling umum bagi bayi mengalami cegukan adalah kebiasaan mengonsumsi susu dengan cepat.
Ketika bayi menyusui dengan terburu-buru, mereka berisiko menelan lebih banyak udara bersamaan dengan cairan yang dikonsumsi.
Udara yang masuk ke dalam perut dapat menyebabkan perut mengembang dan memicu kontraksi diafragma.
Perut Bayi Terlalu Penuh
Bayi yang mengonsumsi susu dalam jumlah berlebihan lebih rentan mengalami cegukan.
Perut yang terlalu penuh dapat memberikan beban pada diafragma yang berujung pada kontraksi.
Mengingat sistem pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan, perubahan kecil pada perut dapat dengan mudah menyebabkan cegukan.
Baca Juga: Ada 5 Posisi, PT Medion Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK
Perubahan Suhu Secara Mendadak
Perubahan suhu yang tiba-tiba juga dapat menjadi faktor penyebab bayi cegukan.
Contohnya ketika bayi berpindah dari lingkungan hangat ke yang dingin atau ketika terpapar angin dingin dengan mendadak.***
















