TERAS JABAR – Serikat Buruh Nasional. indonesia (SBNI) Jawa Barat mengapresiasi pernyataan dari Bupati Bogor yang meminta Gubernur Jabar Dedi Mulyadi membuka tambang lagi.
Pernyataan Ketua SBNI Jabar Yadi Suryadi itu disampaikan kepada Teras Jabar sebagai tanggapan atau respon terhadap bupati. “Saya berterimakasih kepada bupati Bogor, mudah mudahan apa yang disampaikan bupati di hadapan masyarakat terkabul, ” katanya.
Mengutip Bupati, Yadi sependapat bahwa pembukaan tambang berijin akan menggerakan kembali perekonomian rakyat disamping memberi lapangan kerja untuk warga sekitar.
Yadi Suryadi Senin (4 Mei) lalu berada di tengah tengah ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang (AMCRP) menggelar aksi demonstrasi di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong.
Mereka datang meminta kepastian hukum dan waktu pembukaan kembali aktivitas pertambangan yang sebelumnya ditutup oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Asep Fadlan, menyampaikan bahwa tuntutan utama masyarakat sangat sederhana, yaitu ingin mengetahui sejauh mana proses perizinan dan kapan tambang yang legal dan berizin dapat beroperasi kembali.
Masyarakat juga menyoroti soal kompensasi dan bantuan sosial yang dijanjikan. Menurut mereka, realisasi di lapangan dinilai belum sesuai dengan apa yang telah disampaikan sebelumnya. Namun, hal tersebut bukan menjadi fokus utama perdebatan, melainkan kepastian kelanjutan usaha.
Seperti diberitakan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, meminta agar aktivitas tambang berizin yang sempat ditutup di wilayah Bogor Barat (Cigudeg, Rumpin, Parungpanjang) dibuka kembali.
Permintaan ini disampaikan di hadapan warga yang berunjuk rasa, dengan alasan untuk menggerakkan kembali ekonomi warga, meskipun ia juga menargetkan percepatan pembangunan jalur khusus tambang. ***
















