TERAS JABAR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meresmikan fasilitas Good Laboratory Practice (GLP) dan Whole Blood Automation System (WBA) di Laboratorium Uji Saring dan Produksi UDD/UPD Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, Senin, 4 Mei 2026.
Fasilitas ini menjadi yang pertama di Indonesia dan ketiga di Asia Tenggara.
Farhan menyampaikan apresiasi atas hadirnya teknologi mutakhir yang menandai langkah maju dalam digitalisasi pelayanan kesehatan di Kota Bandung.
“Alhamdulillah hari ini kita meresmikan fasilitas terbaru di PMI Kota Bandung. Ini merupakan bentuk digitalisasi pengelolaan donor darah agar bisa betul-betul efisien dan optimal menggunakan teknologi terbaru,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto dalam laporannya mengungkapkan, pelayanan darah merupakan bagian dari upaya kemanusiaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
“PMI bertugas menyediakan darah yang aman, berkualitas, dan sehat. Peresmian GLP dan Whole Blood Automation System ini merupakan komitmen kami untuk terus meningkatkan pelayanan,” jelasnya.
Menurut Ade, penerapan sistem GLP ini merupakan implementasi teknologi terdepan yang diharapkan dapat menjadi standar baru bagi unit donor darah di Indonesia.
“Insyaallah PMI DKI dan PMI Surabaya akan segera menyusul, diikuti oleh UDD lainnya di seluruh Indonesia,” katanya.
DKI SEGERA PASANG
Ketua PMI DKI Beky Mardani mengaku bersyukur bisa hadir dalam peresmian fasilitas baru di PMI Kota Bandung. “Saya bisa melihat langsung teknologi yang baru dan pertama di Indonesia, ” katanya.
Menurut Beky, fasilitas yang sama akan segera di instal di gedung baru PMI DKI. “Kami akan mempersiapkan secaea lebik baik lagi, ” tambahnya.
Ini senya lanjut Beky sebagai komitmen PMI DKI untuk memberikan pelayanan terbaik terutama menyiapkan darah yang aman sebanyak 1000-1200 kantong/perhari. “InsyaAllah DKI menyusul, ” ujar Beky.











