TERASJABAR.ID – Ribuan pohon Eceng gondok tumbuh bagaikan jamur dimusim penghujan memenuhi tepian sekeliling Waduk Darma. Tumbuhnya ribuan eceng gondok tersebut bukannya menambah keindahan kawasan wisata di seputar wisata Waduk Darma.Namun justru membuat kawasan ini menjadi kumuh.
Beberapa waktu lalu pihak Pemerintah daerah Kabupaten Kuningan, termasuk Bupati Dian Rachmat Yanuar, Kodim 0615 Kuningan, PDAM Tirta Kamuning dan instansi terkait berupaya membersihkan Eceng gondok liar tersebut.
Sayangnya kepedulian gerakan kebersihan itu sepertinya hanya acara seremonial dan penciptraan belaka. Pasalnya hanya “Obor baralak” alias tidak ada tindak lanjut secara berkelanjutan.
Tumbuhnya ribuan Eceng gondok liar tersebut, warga/kecamatan Kadugede jerawat kali terdampak jika debit air besar eceng gondok terbawa arus dan terus mengalir tertiup angin dari hulu ke hilir melalui aliran sungai Cisanggarung.
Terpantau di daerah aliran Sungai (DAS) Cisanggarung, wilayah Kadugede, tumpukan eceng gondok kerap terjadi berulang kali. Bahkan kondisi ini menjadi rutinitas baru gulma air yang mengalir dari hulu dan berhenti di halaman rumah warga, ungkap Sutisna (43) warga Kadugede Minggu (3/05/2026).
Seperti diketahui, luas genangan sekitar 425 hektare, dengan datang tampung air 42 juta kubik, Waduk Darma selama ini dikenal sebagai kawasan obyek wisata unggulan di Jawa Barat bagian Timur dan sumber irigasi daerah pertanian.
Menyikapi kumuhnya kawasan wisata Waduk Darma, Dodo (52) warga Desa Jagara, sangat menyayangkan kondisi ini. Keindahan Waduk Darma dan sekitarnya dipenuhi ribuan Eceng gondok liar.
Akhir-akhir ini permukaan air Waduk Darma tiba-tiba berubah menjadi hamparan eceng gondok liar yang menutupi sebagian waduk Darma.
Dodo meminta kepada pemerintah daerah melalui Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan para pengelola destinasi wisata seputar Darma, mencari solusi dan bersama-sama membersihkan eceng gondok liar tersebut. Gerakan kebersihan ini jangan “Obor baralak” tapi harus terus berkelanjutan, tegas dia.
















