TERASJABAR.ID – Conjugated linoleic acid (CLA) merupakan turunan asam lemak yang dikenal memiliki berbagai potensi manfaat bagi kesehatan.
Senyawa ini termasuk dalam kelompok asam lemak omega-6 dan secara alami terdapat pada produk susu serta daging hewan pemakan rumput seperti sapi, kambing, dan domba.
Karena manfaatnya yang cukup populer, CLA juga banyak digunakan sebagai bahan dalam suplemen diet dan pembentukan otot.
Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan CLA alami pada produk hewani saat ini cenderung menurun.
Hal ini diduga berkaitan dengan perubahan jenis pakan yang diberikan pada hewan ternak.
Di sisi lain, CLA dalam bentuk suplemen umumnya dibuat dari minyak nabati seperti minyak bunga matahari, kedelai, atau jagung yang telah melalui proses kimia, sehingga manfaatnya belum tentu sama dengan CLA alami.
Berikut sejumlah manfaat CLA yang sering dikaitkan dengan kesehatan:
- Membantu menurunkan berat badan
CLA diyakini dapat meningkatkan pembakaran lemak sekaligus mengurangi nafsu makan. Meski begitu, penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan yang terjadi relatif kecil, hanya sekitar 2 kilogram dalam 12 minggu, dan tidak terlalu signifikan dalam jangka panjang. - Mendukung performa olahraga
CLA kerap digunakan untuk meningkatkan stamina dan performa fisik. Namun, hasil penelitian pada atlet tidak menunjukkan peningkatan yang berarti dalam kemampuan olahraga. - Membantu pembentukan otot
Meski populer di kalangan binaragawan, CLA hanya memberikan peningkatan kecil terhadap kekuatan dan massa otot berdasarkan hasil penelitian. - Menurunkan kadar trigliserida
CLA terbukti dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dalam darah, yang berperan dalam mengurangi risiko penyakit jantung. Namun, senyawa ini juga dapat menurunkan kadar kolesterol baik (HDL), sehingga tidak cocok sebagai terapi utama untuk kolesterol tinggi. - Berpotensi menurunkan risiko kanker
CLA memiliki sifat antioksidan yang diduga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.
Akan tetapi, beberapa studi justru menunjukkan hasil sebaliknya, yakni kemungkinan peningkatan pertumbuhan sel kanker akibat suplementasi CLA.
Selain itu, CLA juga sering diklaim bermanfaat untuk mengatasi berbagai kondisi seperti asma, flu, dan multiple sclerosis, meskipun efektivitasnya belum terbukti secara ilmiah.
Efek samping CLA
Meskipun berasal dari bahan alami, konsumsi CLA tetap dapat menimbulkan efek samping, seperti gangguan pencernaan (mual, sakit perut, diare), penumpukan lemak di hati, hingga memperburuk resistensi insulin.
CLA juga dapat berinteraksi dengan obat tertentu, termasuk pengencer darah dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).
Karena keamanannya belum sepenuhnya dipastikan, suplemen CLA tidak dianjurkan untuk ibu hamil, ibu menyusui, maupun anak-anak.
Secara keseluruhan, meski CLA memiliki berbagai klaim manfaat, banyak di antaranya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Oleh sebab itu, CLA sebaiknya tidak dijadikan sebagai solusi utama untuk diet, pembentukan otot, atau pengganti pengobatan medis.
Konsultasi dengan tenaga medis tetap dianjurkan sebelum mengonsumsinya, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu.-***














