TERASJABAR.ID – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi bersama Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan pelaku usaha industri di Jabar melakukan penandatanganan Komitmen Bersama tentang Pengembangan Industri Inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan di Jabar.
Dalam sambutannya, KDM, sapaan Dedi Mulyadi mengungkapkan keseriusannya menciptakan ekosistem industri yang sehat di Jabar.
“Tugas saya sebagai Gubernur adalah mempertemukan antara pemerintah pusat dengan pengusaha yang kemudian terjadilah diskusi sehingga permasalahan selesai. Saya berkomitmen menjaga industri di Jawa Barat dari berbagai gangguan. Saya akan bantu sampai tuntas, maka investasi akan datang berbondong-bondong,” ucap KDM saat membuka Temu Industri Jawa Barat 2026: Pengembangan Industri Inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan di Bale Gede Pakuan.
Sebagai perwakilan pelaku usaha industri di Jabar, hadir perwakilan dari Himpunan Kawasan Industri (HKI) Wilayah Jabar, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jabar, Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia Jabar.
Selaras dengan hal yang disampaikan KDM, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jabar Nining Yuliastiani, menjelaskan bahwa penting untuk menciptakan ekosistem industri yang sehat mengingat sektor industri merupakan tulang punggung ekonomi Jabar dengan kontribusi mencapai lebih dari 40 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Keberhasilan sektor industri akan memberikan dampak berantai (multiplier effect) yang signifikan bagi masyarakat. Hal ini mencakup peningkatan penyerapan tenaga kerja hingga pemanfaatan sumber daya lokal secara menyeluruh demi mendukung program hilirisasi dan pengembangan rantai pasok dalam negeri,” ungkap Nining.
Lebih lanjut, Nining menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Kita ingin membangun komunikasi dan kolaborasi dengan semua stakeholder untuk kemudian bersama-sama menyelesaikan pengembangan industri di Jabar. Kolaborasi ini tentunya melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga para pelaku usaha industri di wilayah Jabar,” jelas Nining.
















