TERASJABAR.ID – Pertamina International Shipping (PIS) tengah menyiapkan rencana pelayaran atau passage plan bagi dua kapal milik Pertamina yang sempat tertahan di Selat Hormuz.
Langkah ini diambil menyusul keputusan pemerintah Iran yang kembali membuka jalur pelayaran tersebut.
Pejabat Sementara Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyatakan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat kembali beroperasi dengan aman.
Persiapan yang dilakukan mencakup penentuan rute, analisis potensi risiko, penggunaan sistem navigasi elektronik, hingga penyusunan rencana darurat.
Selain itu, PIS juga menjalin koordinasi erat dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang membantu komunikasi melalui jalur diplomatik dengan otoritas setempat.
Kerja sama juga dilakukan dengan perusahaan asuransi, operator kapal, pemilik muatan, serta otoritas pelabuhan guna memastikan seluruh perizinan terpenuhi.
Vega menegaskan bahwa keselamatan awak kapal, keamanan armada, dan perlindungan kargo tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan bahwa aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz dibuka kembali selama masa gencatan senjata berlangsung.
Berdasarkan data pelacakan, kedua kapal tersebut masih berada di kawasan Teluk Persia, masing-masing di sekitar Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.-***
















