TERASJABAR.ID – Luapan Sungai Cikeruh dan Catarik di Rancaekek, Kabupaten Bandung yang merendam ratusan rumah di sejumlah desa, termasuk bangunan SDN turut terenam, SDN tersebut hingga Senin (13/4/2026) tak bisa digunakan proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
Bangunan sekolah yang turut terendam akibat luapan Sungai Cikeruh tersebut, SDN 7 Rancaekek di
Jalan Pahlawan Toha No.83, Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek.
SDN 7 Rancaekek ini terendam banjir, Sabtu (11/4/2026) sore dan banjir masih merendam serta lumpur memenuhi halaman dan ruang sekolah, Minggu (12/4/2026).
“Personel BPBD Kabupaten Bandung sudah turun tangan membersihkan lumpur sisa banjir yang menerjang SDN 7 Rancaekek,” kata Asep Mahmuh, Kasi Kedaluratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Bandung, Senin (13/4/2026).
Menurut Asep, meski lumpur sisa banjir telah dibersihkan baik di halaman dan ruang belajar, SDN 7 Rancaekek masih belum layak digunakan KBM.
“SDN 7 Rancaekek diterjang banjir akibat Sungai Cikeruh meluap dan ada TPT yang jebol. Selain SDN 7 Rancaekek diterjang banjir, ada satu rumah rusak,” ungkap Asep.
Diberikan, selain, SDN 7 Rancaekek diterjang banjir, Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek pun kini “tenggelam” diterjang banjir pula akibat meluapnya Sungai Citarik dan Citarum.
“Innalihi, Desa Sukamanah di 17 RW, 56 RT dan 3.000 “tenggelam” diterjang banjir,” kata Kades Sukamanah, Dede Rahim.
Menurut Dede Rahim, terjangan banjir yang sempat surut, Senin (13/4/2026) pagi air naik lagi, besar dan meluas.
“Selain merendam ribuan rumah, termasuk Kantor Desa Sukamanah dan jalan, ratusan hektare tanaman padi yang siap panen terancam gagal panen karena terendam banjir,” ungkap Dede Rahim.











