TERASJABAR.ID – Anggota BKSAP DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, menegaskan pentingnya memperkuat diplomasi parlemen Indonesia di tengah meningkatnya dampak konflik global.
Ia menilai situasi saat ini telah memicu berbagai ancaman, mulai dari krisis ekonomi, pangan, hingga gangguan distribusi logistik.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut peran aktif BKSAP sebagai jalur diplomasi parlemen atau second track diplomacy guna memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.
Adde menekankan bahwa Indonesia harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan menjaga posisi non-blok di tengah polarisasi kekuatan dunia.
Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak berpihak pada blok mana pun, baik Amerika Serikat maupun Iran, melainkan berupaya menjaga keseimbangan dan mendorong perdamaian melalui pendekatan diplomasi.
Lebih lanjut, Adde menilai penguatan diplomasi parlemen perlu didukung dengan konsistensi pernyataan resmi dari pimpinan dan anggota BKSAP dalam berbagai forum internasional.
Hal ini penting untuk mempertegas sikap Indonesia di mata dunia.
Ia juga menyebut bahwa sejak awal konflik, Indonesia telah berupaya mengambil peran sebagai penengah.
Meski konflik masih berlangsung, Indonesia terus mendorong dialog damai melalui partisipasi dalam forum global seperti Inter-Parliamentary Union dan ASEAN Inter-Parliamentary Assembly.
Selain itu, Adde mendorong penguatan diplomasi bilateral dengan negara-negara terkait konflik, termasuk upaya membuka kembali akses Selat Hormuz demi kelancaran distribusi energi Indonesia.-***









