TERASJABAR.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) resmi meluncurkan Program Bug Bounty 2026.
Ajang pencarian celah keamanan siber tahunan ini memasuki tahun kelima penyelenggaraan dengan mengusung tema “Build Cyber Resilience”.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Kemendikdasmen dalam memperkuat keamanan sistem digital di lingkungan pendidikan nasional.
Inisiatif tersebut juga merupakan bentuk implementasi Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 11 Tahun 2022 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) dalam kerangka Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kemendikbudristek.
Melalui Bug Bounty 2026, Pusdatin mendorong insan pendidikan untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga bagian dari solusi atas tantangan keamanan informasi.
Kompetisi ini terbuka bagi empat kategori peserta, yakni siswa SMA/SMK/MA (minimal usia 17 tahun), mahasiswa, guru, dan dosen.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai ruang aman (sandbox) bagi peserta untuk mengeksplorasi teknik pengujian keamanan tanpa memberikan dampak terhadap layanan Kemendikdasmen.
“Program Bug Bounty dapat menjadi jembatan untuk mewujudkan passion di bidang keamanan siber menjadi prestasi yang membanggakan,” ujar Wibowo.
















