TERASJABAR.ID – Keluarga besar Paguyuban Pasundan menggelar silaturahmi ba’da Idulfitri 1447 Hijriah pada Senin (30/03/2026) di kantor pusatnya, Jalan Sumatera No. 41 Kota Bandung.
Kegiatan ini dihadiri lebih dari 1.000 anggota dari berbagai daerah, mulai dari jajaran pengurus pusat hingga civitas akademika lembaga pendidikan di bawah naungan Paguyuban Pasundan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Dewan Pangaping, pengurus wilayah dan cabang, pimpinan Yayasan Pendidikan Tinggi (YPT) dan Yayasan Pendidikan Dasar Menengah (YPDM), serta civitas akademika Universitas Pasundan, STIE Pasundan, STKIP Pasundan, dan STH Pasundan. Turut hadir pula para tokoh, dosen, guru, hingga tenaga kependidikan di lingkungan Pasundan.
Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Prof Didi Turmudzi, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum Ramadan dan Idulfitri harus menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas keimanan, keilmuan, serta karakter pejuang yang tangguh.
“Puasa sejatinya menjadi bekal untuk melahirkan pribadi yang berilmu tinggi, berani, pantang menyerah, serta memiliki semangat untuk meraih kembali kemuliaan umat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan serta menghindari potensi perpecahan di internal umat. Selain itu, para pimpinan di lingkungan Paguyuban Pasundan diminta untuk memberikan teladan yang baik serta memperkuat nilai keislaman dan budaya lokal dalam proses pendidikan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pangaping, Tb Hasanuddin, menekankan pentingnya implementasi program organisasi hingga ke tingkat daerah dan cabang agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Konsep dari pusat harus benar-benar dirasakan di lapangan. Paguyuban harus hadir melalui pendidikan, budaya, dan semangat gotong royong,” katanya.
Senada, Dewan Pangaping lainnya, Mochamad Iriawan, mengapresiasi kiprah panjang Paguyuban Pasundan dalam menjaga tradisi sekaligus mendorong kemajuan masyarakat Sunda. Ia menyebut organisasi ini memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian dan martabat masyarakat agar mampu bersaing di era modern.
“Paguyuban Pasundan tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga mendorong kemajuan pendidikan dan nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong dan tata krama,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap adaptif dan inovatif tanpa meninggalkan jati diri budaya Sunda.
Dalam kesempatan tersebut, Dewan Pakar Paguyuban Pasundan, Brian Yuliarto, turut menyampaikan pesan melalui video streaming, sekaligus mengucapkan maaf lahir dan batin serta berharap organisasi terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Kegiatan silaturahmi ditutup dengan tausiah oleh Aam Amirudin yang mengulas makna silaturahmi sebagai sarana mempererat ukhuwah, memperbaiki hubungan sosial, serta menjaga nilai-nilai keislaman dan budaya Sunda.
Acara berlangsung hangat dengan tradisi saling memaafkan, diakhiri ucapan terima kasih kepada seluruh panitia dan undangan. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat kebersamaan serta menghidupkan cita-cita luhur para pendiri Paguyuban Pasundan melalui program nyata di berbagai daerah.












