TERASJABAR.ID – Tradisi mudik yang membuat masyarakat Indonesia menempuh perjalanan jarak jauh tidak hanya berdampak pada mobil konvensional, tetapi juga mobil listrik (EV) dan mobil hybrid.
Karena itu, pemilik kendaraan jenis ini disarankan melakukan pemeriksaan setelah perjalanan jauh agar performa dan keamanannya tetap terjaga.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa pada mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar tetap harus dilakukan seperti pada mobil biasa.
Komponen yang perlu dicek antara lain ban, sistem pengereman, hingga bagian kaki-kaki kendaraan.
Namun, mobil hybrid juga memerlukan perhatian tambahan pada sistem kelistrikan dan kondisi baterai.
Ia menyarankan pemilik kendaraan untuk memeriksa aki 12 volt serta melakukan pemindaian sistem jika muncul indikator peringatan di panel.
Selain itu, sistem pendinginan baterai juga harus diperhatikan, termasuk kipas dan jalur sirkulasi udara di dalam kabin.
Selama mudik, kondisi kabin yang penuh penumpang dapat meningkatkan suhu dan membawa debu yang berpotensi memengaruhi kinerja sistem pendingin.
Sementara itu, pada mobil listrik murni atau BEV, bagian bawah kendaraan menjadi komponen yang paling perlu diperiksa.
Bobot baterai yang besar membuat mobil lebih sensitif terhadap beban tambahan sehingga berisiko mengalami benturan pada pelindung baterai.
Selain itu, kondisi ban dan sistem pengereman juga harus dicek secara menyeluruh karena mobil listrik cenderung lebih berat sehingga ban lebih cepat aus dan sistem rem berpotensi bermasalah jika tidak diperiksa secara rutin.-***













