TERASJABAR.ID – Insiden tragis terjadi di Pantai Timur Pangandaran, ketika dua anak sedang berenang terseret arus laut, pada Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Kedua korban bernama Luthfi (14) dan Azam (11), sedang berenang di sekitar breakwater dan tiba-tiba, keduanya terseret arus ke tengah laut.
Menurut saksi, Yahdi, yang berada di atas struktur breakwater, ia berupaya memberikan pertolongan, namun kuatnya arus dalam dan hantaman ombak menyebabkan salah satu korban terlepas.
Yahdi berhasil menyelamatkan Azam ke tepi pantai, sementara Luthfi, tidak terlihat kembali dan dinyatakan tenggelam. Tim rescue dari Pos SAR Pangandaran langsung memberangkatkan tim rescue menuju lokasi setelah menerima laporan.
“Operasi pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan mengutamakan keselamatan personel serta memperhatikan kondisi cuaca di lapangan,” ujar Kepala Unit Siaga SAR Pangandaran Edwin Purnama.
Dalam pencarian Tim SAR gabungan menggunakan peralatan canggih, termasuk 1 unit rescue car, 1 unit rescue trail, 1 unit waverunner, peralatan SAR air, peralatan komunikasi, peralatan medis, dan APD personal, untuk mencari korban yang masih hilang.
Azam, korban yang selamat, saat ini sedang dalam perawatan medis dan kondisinya stabil. Sementara itu, pencarian Luthfi masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Insiden ini menjadi pengingat akan bahaya arus laut dan pentingnya keselamatan saat berenang. Warga dan wisatawan diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti instruksi keselamatan saat beraktivitas di pantai.*
















