TERASJABAR.ID – Benjolan di payudara merupakan kondisi yang cukup sering terjadi dan tidak selalu menandakan penyakit serius, seperti kanker.
Meski begitu, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena benjolan yang berbahaya dan yang tidak berbahaya sering kali memiliki ciri yang hampir sama.
Sebagian besar benjolan payudara muncul akibat perubahan hormon, terutama saat siklus menstruasi.
Selain itu, benjolan juga bisa disebabkan oleh saluran susu yang tersumbat, infeksi, atau cedera pada payudara.
Biasanya, benjolan yang tidak berbahaya akan mengecil atau hilang dengan sendirinya.
Namun, dalam beberapa kasus, benjolan juga bisa menjadi tanda kanker payudara.
Benjolan Payudara yang Tidak Berbahaya
Beberapa jenis benjolan payudara yang bersifat jinak antara lain kista payudara, perubahan payudara fibrokistik, fibroadenoma, serta infeksi payudara.
Benjolan jenis ini umumnya dipengaruhi oleh perubahan hormon dan sering terjadi pada wanita usia remaja hingga dewasa.
Benjolan Payudara yang Perlu Diwaspadai
Ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan, seperti benjolan yang terasa keras, tidak hilang setelah menstruasi, semakin membesar, atau disertai perubahan pada kulit payudara.
Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah puting tertarik ke dalam, keluar cairan dari puting, serta nyeri yang tidak kunjung hilang.
Pentingnya Deteksi Dini
Untuk memastikan penyebabnya, benjolan di payudara perlu diperiksa sejak dini.
Pemeriksaan dapat dilakukan sendiri di rumah melalui SADARI, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan dokter jika diperlukan.
Jika penyebabnya jinak, biasanya cukup dipantau atau diobati.
Namun, jika berbahaya, penanganan seperti operasi, kemoterapi, atau terapi radiasi mungkin diperlukan.
Karena itu, jangan abaikan benjolan di payudara dan segera periksakan diri agar mendapatkan penanganan yang tepat.-***











