TERASJABAR.ID – Mata panda, atau lingkaran gelap di bawah mata, sering dikaitkan dengan kurang tidur, tetapi faktor penyebabnya lebih luas.
Dehidrasi, penuaan, alergi, atau penyakit tertentu juga dapat memicu munculnya mata panda.
Kondisi ini bisa dialami oleh pria maupun wanita dan ditandai oleh kulit di bawah mata yang lebih gelap serta tampilan wajah yang terlihat lelah dan lebih tua dari usia sebenarnya.
Berbagai faktor dapat memicu mata panda. Kurang tidur menyebabkan aliran darah ke area mata kurang lancar, sementara kulit yang tipis di sekitar mata memperjelas pembuluh darah.
Seiring bertambahnya usia, kulit kehilangan elastisitas dan menipis, sehingga lingkaran hitam lebih tampak.
Kebiasaan menatap layar dalam waktu lama juga dapat melebar pembuluh darah di sekitar mata.
Faktor genetik, dehidrasi, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta paparan sinar matahari berlebih juga turut berkontribusi.
Alergi dan mata kering juga bisa memunculkan lingkaran gelap akibat pelebaran pembuluh darah.
Untuk mengurangi mata panda, beberapa langkah dapat dilakukan: kompres dingin, tidur cukup 7–9 jam, dan menghindari rokok, alkohol, serta kafein.
Penggunaan krim yang mengandung retinol, vitamin C, kafein, atau asam kojic bisa mencerahkan area mata.
Concealer dapat menyamarkan lingkaran hitam secara instan, sedangkan tabir surya dan kacamata hitam membantu mencegah pigmentasi akibat sinar matahari. Hindari menggosok mata saat gatal atau alergi.
Perawatan tambahan seperti krim resep, pengelupasan kulit, atau terapi laser mungkin direkomendasikan untuk mengatasi kondisi ini secara efektif.
Jika mata panda tidak membaik atau justru memburuk, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.-***
















