TERASJABAR.ID – Telur bebek dikenal sebagai salah satu sumber protein hewani yang cukup populer.
Selain rasanya yang gurih, telur ini juga memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap.
Namun, di balik manfaatnya, telur bebek juga memiliki beberapa kekurangan dari segi kesehatan yang perlu diperhatikan.
Secara nutrisi, telur bebek mengandung protein, lemak, dan karbohidrat, serta berbagai vitamin dan mineral penting.
Beberapa di antaranya adalah vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin D, vitamin E, folat, serta mineral seperti kalsium, zat besi, magnesium, zinc, selenium, dan mangan.
Kandungan nutrisi yang beragam ini membuat telur bebek berpotensi memberikan berbagai manfaat bagi tubuh.
Salah satu keunggulan telur bebek adalah kandungan gizinya yang cenderung lebih tinggi dibandingkan telur ayam.
Hal ini karena ukuran telur bebek umumnya lebih besar. Rata-rata telur bebek memiliki berat sekitar 70 gram, sedangkan telur ayam sekitar 50 gram.
Dalam 100 gram telur bebek terdapat sekitar 185 kalori, 13 gram protein, 14 gram lemak, serta berbagai vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup tinggi.
Jika dibandingkan dengan telur ayam dalam porsi yang sama, telur bebek juga memiliki kandungan zat besi, selenium, vitamin B12, vitamin B2, dan vitamin D yang lebih banyak.
Meski demikian, telur bebek juga memiliki beberapa kekurangan.
Kandungan kolesterolnya tergolong lebih tinggi dibandingkan telur ayam.
Konsumsi kolesterol yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak pada pembuluh darah yang dapat memicu penyakit jantung, stroke, dan gangguan peredaran darah.
Selain itu, telur bebek juga memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi.
Jika dikonsumsi secara berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik, hal ini dapat memicu kenaikan berat badan.
Oleh karena itu, telur bebek sebaiknya tetap dikonsumsi secara bijak agar manfaatnya tetap bisa dirasakan tanpa menimbulkan risiko kesehatan.-*













