TERASJABAR.ID – Ketua Komisi V DPRD Jabar, H. Yomanius Untung, S.Pd., M.M., meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar untuk turut mengambil peran dalam membina para pelajar dan pemuda yang kerap terlibat aksi balap liar, yang belakangan banyak berlangsung selama bulan Ramadhan.
Menurutnya, penanganan balap liar tidak boleh hanya mengandalkan aparat kepolisian melalui pendekatan represif dan preventif semata. Pemerintah provinsi, khususnya Dispora, perlu menghadirkan program pembinaan agar energi dan minat para remaja dapat diarahkan ke kegiatan yang positif.
“Selama ini yang terlihat di lapangan sebagian besar adalah penindakan oleh aparat kepolisian. Itu tentu penting untuk menjaga ketertiban. Namun pembinaan juga harus diperkuat. Dispora Kabar perlu hadir untuk mengarahkan anak-anak muda yang punya minat di dunia otomotif agar bisa disalurkan ke jalur yang benar,” ujar H. Untung, kepada media, Kamis (12/11/2026)
Ia menilai, banyak pelajar yang terlibat balap liar sebenarnya memiliki ketertarikan pada dunia balap motor. Jika dibina dengan baik, potensi tersebut justru bisa berkembang menjadi prestasi olahraga.
“Jangan langsung dicap negatif. Bisa saja mereka sebenarnya punya bakat balap. Tinggal diarahkan saja. Kalau dibina melalui kegiatan resmi, pelatihan, atau kompetisi balap yang legal, justru bisa melahirkan atlet balap dari Jawa Barat,” katanya.
H. Untung menegaskan, pemerintah provinsi perlu melihat persoalan ini sebagai tantangan pembinaan generasi muda.“Kalau hanya ditindak tanpa pembinaan, persoalan ini bisa terus berulang setiap tahun. Karena itu saya mendorong Dispora Jabar membuat program pembinaan, pelatihan otomotif, bahkan kompetisi balap resmi bagi para pemuda,” katanya.
Ia berharap dengan pendekatan pembinaan yang lebih terstruktur, potensi generasi muda dapat diarahkan pada kegiatan yang produktif dan berprestasi, sekaligus mengurangi aksi balap liar yang meresahkan masyarakat.
“Anak-anak muda ini harus kita rangkul. Energinya besar, tinggal diarahkan ke jalur yang positif agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.*

















