terasjabar.id
Minggu, 26 April 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Minggu, 26 April 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

MEMBACA FENOMENOLOGI ITIKAF

Herman by Herman
11 Mar 2026 18:02
in Berita Utama, Ragam
Reading Time: 4 mins read
A A
0
MEMBACA FENOMENOLOGI ITIKAF

Oleh ReO Fiksiwan

“Al-Qur’an senantiasa menganjurkan manusia untuk ‘melihat tanda-tanda Allah, tanda-tanda yang tersembunyi di cakrawala dan dalam diri mereka sendiri.’‘ — Annemarie Schimmel(1922-2003),
Deciphering the Signs of God (1994).

Itikaf sebagai praktik berdiam diri di masjid bukan hanya sebagai kewajiban ritual, tetapi sebagai pengalaman religius yang dalam dan kaya makna simbolik.

Perintah ibadah itikaf, terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadan yang terkait dengan datangnya malam lailatul qadar, sering kali tidak banyak yang mampu menunaikannya karena tuntutan kehidupan modern.

Namun, secara etimologis istilah itikaf berasal dari akar kata Arab ʿakafa(أكافا) yang berarti menetap, berdiam diri, atau mengerjakan sesuatu dengan tekun.

Dalam bentuk masdar, al-iʿtikāf berarti tinggal di suatu tempat dengan tujuan tertentu.

Dalam Islam, makna ini berkembang menjadi praktik berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah, menjauhkan diri dari kesibukan duniawi, dan fokus pada ibadah.

Makna syariat itikaf adalah berdiam di masjid dengan niat ibadah, terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadan sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad.

Tujuannya bukan sekadar tinggal di masjid, melainkan mengisi waktu dengan membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, dan memperbanyak shalat sunnah.

Itikaf mengandung dimensi spiritual yang mendalam, menjadi sarana untuk membersihkan hati, memperkuat hubungan dengan Allah, dan melatih diri agar tidak terikat pada hal-hal duniawi.

Dengan kata lain, itikaf secara fisik menekankan aspek berdiam dan menetap untuk waktu tertentu di mesjid.

Sementara, tuntunan syariat menekankan ibadah ini secara psikis berada dalam suasana khusyuk dan penuh penghayatan.

Praktik ini dipandang sebagai bentuk pengabdian yang menghidupkan kembali semangat kontemplasi dan kedekatan dengan Tuhan seperti tertera pada Surah Qaf ayat 16:

ADVERTISEMENT

„Wa laqad khalaqnal-insaana wa na’lamu maa tuwaswisu bihi nafsuh, wa nahnu aqrabu ilaihi min hablil-wariid.“

Artinya:
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”

Dengan demikian, itikaf sendiri disebut secara eksplisit dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah(2) ayat 187 berbunyi: „Wa laa tubaashiruu hunna wa antum ‘aakifuuna fil-masaajid, tilka huduudullaahi falaa tagrabuuhaa, kadzaalika yubayyinu llaahuaayaatihi linnaasi la’allahum yattaquun.”

Artinya:
„….Dan janganlah kamu campuri
mereka, sedang kamu beritikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka bertakwa.”

Abdullah Yusuf Ali(1872-1953) dalam tafsirnya, The Holy Qur’an: Text, Translation and Commentary(1934) menjelaskan bahwa itikaf adalah bentuk pengabdian spiritual, berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan ayat ini menekankan kesucian serta fokus ibadah selama masa itikaf.

Untuk memberi tafsir bandingan secara fenomenologis, Annemarie Schimmel dalam Deciphering the Signs of God(1994) berangkat dari ajaran Qur’an yang berulang kali mengajak manusia memperhatikan tanda-tanda Tuhan di alam semesta dan dalam diri mereka.

Lebih lanjut, Schimmel menjelaskan bahwa ritual seperti itikaf adalah bagian dari tanda-tanda Ilahi yang menghubungkan manusia dengan misteri Tuhan.

Ia menekankan bahwa tindakan berdiam di masjid, menjauh dari kesibukan dunia, dan fokus pada ibadah adalah cara umat Islam menafsirkan tanda-tanda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pendekatan fenomenologis, Schimmel melihat itikaf sebagai sarana kontemplasi yang menekankan pengalaman spiritual personal sekaligus universal.

Dengan demikian, Surah Al-Baqarah ayat 187 menjadi rujukan utama tentang itikaf, sementara tafsir Abdullah Yusuf Ali menekankan aspek kesucian ibadah, dan Annemarie Schimmel memperluas makna itikaf sebagai tanda Ilahi yang menghubungkan manusia dengan pengalaman religius yang lebih dalam.

RELATED POSTS

Idul Fitri, Tradisi Mudik, dan Syiar Nusantara

Awas! Ini Dampak Buruk Jika Tidak Sahur Saat Puasa, Apa Saja?

Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Tubuh, Ternyata Sehat Banget!

Gak Perlu ke Dokter! Gini Cara Menyembuhkan Batuk Saat Puasa

Sudah Tahu Belum, Ini Penyebab Sakit Tenggorokan Saat Puasa, Apa Saja?

Praktik ini bukan hanya kewajiban syariah, tetapi juga bentuk kontemplasi yang menghidupkan kembali semangat kedekatan dengan Tuhan.

Ia memulai dengan tanda-tanda sederhana seperti batu, tumbuhan, dan hewan, lalu menjelaskan bagaimana unsur-unsur ini digunakan dalam bahasa simbolik dan religius.

Selanjutnya, ia membahas tanda-tanda yang lebih kompleks seperti waktu dan ruang sakral, tindakan ritual, bentuk ibadah termasuk puasa dan itikaf, serta figur suci dalam komunitas Muslim.

Schimmel menekankan bahwa tanda-tanda tersebut bukan sekadar objek atau peristiwa, melainkan sarana untuk memahami misteri Ilahi.

Ia menunjukkan bagaimana komunitas Muslim menafsirkan tanda-tanda itu dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui praktik ibadah khususnya itikaf maupun dalam struktur sosial.

Sebagai refleksi tentang respons individu terhadap misteri Tuhan, fenomenologi itikaf menekankan pengalaman spiritual yang bersifat personal sekaligus universal.

Schimmel, yang dikenal sebagai salah satu sarjana Barat paling berpengaruh dalam studi Islam dan sufisme, berhasil menjembatani pemahaman antara dunia akademik Barat dan tradisi Islam.

Dengan demikian, melalui Deciphering the Signs of God, Schimmel memberikan uraian mendalam tentang bagaimana umat Islam memahami tanda-tanda Ilahi dalam fenomena alam, ritual, dan kehidupan sosial, dengan pendekatan fenomenologis yang menekankan pengalaman religius dan simbolik.

Membaca fenomenologi itikaf berarti melihatnya bukan sekadar penunaian aturan dan akidah syariah.

Akan tetapi, lebih jauh dan mendalam sebagai fenomena tanda Ilahi yang menghubungkan manusia dengan misteri Tuhan melalui pengalaman spiritual yang langsung dan penuh makna.

coversongs:

Lagu “Huwa Al-Qur’an” karya Maher Zain dirilis pada awal Februari 2025 sebagai bagian dari single religi terbarunya.

Maknanya menekankan keindahan dan keagungan Al-Qur’an sebagai cahaya, petunjuk hidup, serta sumber ketenangan hati dan pengampunan dosa.

creadit foto diri sedang beritikaf di sebuah mesjid. Itikaf sudah lebih 25 tahun diikhtiarkan dari mesjid kampus Unsrar Ulil Albab.

Tags: Itikabpuasa
ShareTweetSend

Related Posts

Idul Fitri, Tradisi Mudik, dan Syiar Nusantara
Berita Utama

Idul Fitri, Tradisi Mudik, dan Syiar Nusantara

18 Mar 2026 03:29
Awas! Ini Dampak Buruk Jika Tidak Sahur Saat Puasa, Apa Saja?
Lifestyle

Awas! Ini Dampak Buruk Jika Tidak Sahur Saat Puasa, Apa Saja?

14 Mar 2026 22:00
Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Tubuh, Ternyata Sehat Banget!
Lifestyle

Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Tubuh, Ternyata Sehat Banget!

14 Mar 2026 16:26
Gak Perlu ke Dokter! Gini Cara Menyembuhkan Batuk Saat Puasa
Lifestyle

Gak Perlu ke Dokter! Gini Cara Menyembuhkan Batuk Saat Puasa

12 Mar 2026 22:00
Sudah Tahu Belum, Ini Penyebab Sakit Tenggorokan Saat Puasa, Apa Saja?
Lifestyle

Sudah Tahu Belum, Ini Penyebab Sakit Tenggorokan Saat Puasa, Apa Saja?

12 Mar 2026 19:10
Gampang! Gini Tips Menyembuhkan Sakit Tenggorokan Saat Puasa
Lifestyle

Gampang! Gini Tips Menyembuhkan Sakit Tenggorokan Saat Puasa

12 Mar 2026 18:30
Next Post
Gini Cara Menurunkan Tensi Tinggi Secara Alami di Rumah, Gampang!

Gini Cara Menurunkan Tensi Tinggi Secara Alami di Rumah, Gampang!

Selama Ramadan, Polrestabes Bandung Ungkap 27 Kasus Narkotia, dan OOT

Selama Ramadan, Polrestabes Bandung Ungkap 27 Kasus Narkotia, dan OOT

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
DATANG LANGSUNG! HokBen Miko Mall Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

DATANG LANGSUNG! HokBen Miko Mall Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

19 Apr 2026 16:46
BUAT TAMATAN SMA SMK! KAI Services Buka Loker Resepsionis

BUAT TAMATAN SMA SMK! KAI Services Buka Loker Resepsionis

22 Apr 2026 17:37
5 POSISI! Richeese Factory Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

5 POSISI! Richeese Factory Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

13 Apr 2026 16:10
Ada 3 Posisi! Yogya Group Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Ada 3 Posisi! Yogya Group Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

19 Apr 2026 16:25
Menkop Tegaskan KDKMP Mesin Baru Penggerak Ekonomi Desa

Menkop Tegaskan KDKMP Mesin Baru Penggerak Ekonomi Desa

0
Kemenkop Ajak Koperasi-Koperasi Besar Perkuat KDKMP

Kemenkop Ajak Koperasi-Koperasi Besar Perkuat KDKMP

0
Kepala Bapanas: Harga Beras SPHP Tidak Naik, Pembelian Maksimal 25 Kg per Konsumen

Kepala Bapanas: Harga Beras SPHP Tidak Naik, Pembelian Maksimal 25 Kg per Konsumen

0
Perkuat Hilirisasi Singkong, Bantuan Bapanas Dorong UMKM Naik Kelas

Perkuat Hilirisasi Singkong, Bantuan Bapanas Dorong UMKM Naik Kelas

0
Menkop Tegaskan KDKMP Mesin Baru Penggerak Ekonomi Desa

Menkop Tegaskan KDKMP Mesin Baru Penggerak Ekonomi Desa

25 Apr 2026 21:58
Kemenkop Ajak Koperasi-Koperasi Besar Perkuat KDKMP

Kemenkop Ajak Koperasi-Koperasi Besar Perkuat KDKMP

25 Apr 2026 21:45
Kepala Bapanas: Harga Beras SPHP Tidak Naik, Pembelian Maksimal 25 Kg per Konsumen

Kepala Bapanas: Harga Beras SPHP Tidak Naik, Pembelian Maksimal 25 Kg per Konsumen

25 Apr 2026 21:31
Perkuat Hilirisasi Singkong, Bantuan Bapanas Dorong UMKM Naik Kelas

Perkuat Hilirisasi Singkong, Bantuan Bapanas Dorong UMKM Naik Kelas

25 Apr 2026 20:53
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.