TERASJABAR.ID – Salah satu strategi untuk membangun pola kolaborasi yaitu, membuka kelas jauh program pendidikan kesetaraan berbasis desa dan kelurahan untuk mengejar peningkatan rata-rata lama sekolah.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kuningan Dr. Carlan, S.Pd, M.M.Pd., dihadapan peserta Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan, yang dihadiri Bupati Dian Rachmat Yanuar, Sekdis H.Pipin Arifin, para Camat, Kepala desa/Lurah dan para Kabid Disdikbud Kuningan, di Bale Waluya SLBN Taruna Mandiri, Desa Sampora, Cilimus, Kamis (05/03/2026).
Rakor ini kata Carlan, sebagai langkah awal membangun kolaborasi antara pemerintah daerah, Kecamatan dan desa dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Program tersebut akan melibatkan mahasiswa tingkat akhir dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Kuningan sebagai duta pendidikan non-formal yang akan membantu proses pembelajaran di masyarakat.
“Mahasiswa yang berasal dari desa-desa di Kuningan akan dilibatkan sebagai duta pendidikan non-formal untuk membantu proses pembelajaran warga belajar di desa masing-masing,” jelasnya.
Disdikbud akan melakukan pemetaan data anak tidak sekolah usia 7 hingga 18 tahun serta masyarakat usia produktif hingga 50 tahun yang belum memiliki ijazah setara SMP maupun SMA.
Program kesetaraan in direncanakan akan mulai diluncurkan secara masif pada tahun pelajaran 2026–2027 setelah proses pemetaan data selesai dilakukan, paparnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, serta dukungan masyarakat, diharapkan program percepatan peningkatan rata-rata lama sekolah dan penanganan anak tidak sekolah di Kabupaten Kuningan dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah, pungkasnya.
















