TERASJABAR.ID – Momentum bulan suci Ramadhan menjadi faktor penting bagi penguatan ekonomi nasional, khususnya melalui peningkatan permintaan terhadap produk industri dalam negeri.
Peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap makanan dan minuman, tekstil, serta pakaian jadi selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) turut mendukung stabilitas ekonomi melalui perputaran usaha mikro dan kecil.
“Ramadhan selalu menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, sekaligus menguatkan ekonomi masyarakat. Peningkatan kebutuhan selama bulan suci ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kinerja sektor industri nasional,” kata Inspektur Jenderal Kemenperin M. Rum saat membuka Bazar Ramadhan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Perindustrian Tahun 2026 di Jakarta.
Dilansir siaran pers Kemenperin, kinerja sektor industri pengolahan nasional sepanjang 2025 menunjukkan tren yang semakin solid.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri pengolahan pada 2025 mencapai 5,30 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,11 persen.
Capaian ini menandai kembalinya peran industri pengolahan sebagai motor utama perekonomian nasional setelah terakhir kali terjadi pada tahun 2011.
Kontribusi industri pengolahan terhadap perekonomian nasional juga terus meningkat secara konsisten.
Pada tahun 2025, kontribusi sektor ini tercatat mencapai 19,07 persen atau setara Rp4.541,52 triliun.















