TERASJABAR.ID – Keberhasilan terbaru di Liga Inggris menunjukkan bahwa setiap tim juara membutuhkan sosok sentral yang mampu memimpin serangan.
Liverpool F.C. dan Manchester City F.C. menjadi contoh jelas bagaimana figur kunci di lini depan dapat menentukan arah perburuan gelar.
Hasil imbang 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers F.C. di Molineux menjadi pukulan bagi Arsenal F.C.
Laga itu menegaskan masalah lama: ketiadaan motor serangan yang benar-benar dominan.
Di bawah asuhan Mikel Arteta, Arsenal tampil solid secara kolektif, tetapi kurang memiliki pembeda saat laga berjalan ketat.
City saat meraih gelar antara 2020-21 hingga 2023-24 selalu ditopang figur produktif seperti Kevin De Bruyne dan Erling Haaland.
Liverpool pun menikmati kontribusi konsisten Mohamed Salah yang tajam dan menentukan.
Sebaliknya, Arsenal belum mendapatkan dampak serupa.
Bukayo Saka belum mencapai performa terbaiknya musim ini, sementara Martin Odegaard dinilai kurang memberi ancaman nyata.
Rekrutan seperti Eberechi Eze dan Viktor Gyokeres juga tampil inkonsisten.
Ironisnya, pemain paling menonjol secara statistik justru kiper David Raya lewat deretan clean sheet.
Jarak lima poin dari City menunjukkan Arsenal masih bersaing, tetapi tanpa sosok penyerang yang mampu mengambil alih tanggung jawab di momen krusial, ambisi meraih gelar Liga Inggris berisiko kembali sirna.-***















