TERASJABAR.ID – Anggota Komisi XII DPR RI, Ateng Sutisna, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi sejumlah warga yang tinggal di sekitar pembangkit listrik namun belum menikmati akses listrik.
Ia menilai situasi tersebut menjadi ironi di tengah ketersediaan energi yang melimpah di Jawa Barat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PT PLN (Persero) diketahui menjalankan program “Jabar Caang” yang menargetkan rasio elektrifikasi 100 persen pada 2026.
Program itu mencakup penyambungan listrik bagi 121.871 rumah di 1.425 desa.
Meski demikian, Ateng menilai implementasinya belum sepenuhnya menjangkau kelompok masyarakat paling rentan.
Ia mencontohkan temuan di wilayah Sukabumi, di mana terdapat kampung yang berada di kawasan Ring 1 operasional PT Star Energy.
Walaupun berdampingan dengan pembangkit listrik panas bumi, sebagian warga di sana disebut belum mendapatkan aliran listrik, bahkan belum memiliki meteran.
Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera itu mendesak agar program elektrifikasi desa, termasuk “Jabar Caang”, benar-benar memprioritaskan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah industri energi.
Menurutnya, jangan sampai terjadi ketimpangan di mana daerah penghasil energi justru tertinggal dalam menikmati manfaatnya.
Ia menegaskan perlunya langkah konkret agar persoalan tersebut segera teratasi dan pemerataan listrik dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.-***
















