TERASJABAR.ID – Pembangunan pembangkit listrik di suatu wilayah kerap memunculkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Hal itu menjadi perhatian Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon, saat meninjau kondisi kelistrikan di Jawa Barat, provinsi dengan tingkat konsumsi energi tertinggi di Indonesia akibat pesatnya pertumbuhan industri.
Dony menjelaskan, listrik yang diproduksi pembangkit besar seperti PLTGU Jawa 1 berkapasitas 1.760 MW tidak otomatis digunakan khusus untuk wilayah sekitar.
“Konsepnya tidak langsung dimanfaatkan di situ. Listriknya naik ke jaringan nasional. Namun, pemerintah dan pihak swasta maupun PLN harus segera menyiapkan jaringan distribusi lokal agar masyarakat sekitar juga menikmati listrik tersebut,” ungkap Dony, seperti ditulis Parlementaria pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kesiapan jaringan distribusi lokal agar masyarakat di sekitar pembangkit juga dapat merasakan manfaatnya.
Menurutnya, pemerintah bersama pihak swasta dan Perusahaan Listrik Negara perlu mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung tersebut.
Dengan begitu, tidak muncul anggapan bahwa daerah penghasil listrik justru kekurangan pasokan.
Selain soal jaringan, Dony juga menyoroti optimalisasi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Ia mencontohkan program elektrifikasi seperti “Jabar Caang” yang memanfaatkan skema CSR.
Ia menegaskan agar alokasi CSR benar-benar diprioritaskan bagi masyarakat di ring satu, serta dilakukan dengan koordinasi bersama wakil rakyat setempat agar transparan dan tepat sasaran.-***

















