TERASJABAR.ID – Pelatih Benfica, Jose Mourinho, mengakui situasi yang dihadapi timnya tidak mudah menyusul dugaan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior oleh winger Gianluca Prestianni.
Seusai laga, Mourinho sempat mengkritik selebrasi Vinicius dan menilai sang pemain memancing reaksi suporter, tanpa secara tegas membela salah satu pihak.
Pernyataannya memicu kecaman, termasuk dari Lilian Thuram yang menilai komentarnya bernada superioritas.
UEFA telah membuka investigasi setelah Vinicius dan Kylian Mbappe mengaku mendengar Prestianni melontarkan kata “monyet”.
Prestianni membantah tuduhan tersebut.
Menjelang laga berikutnya, Mourinho menegaskan fokus timnya adalah pertandingan penting melawan AVS, sembari mengakui sulit mengelola emosi pasca insiden.
Ia juga memastikan Prestianni absen di liga, sementara Fredrik Aursnes diragukan tampil demi menjaga kebugaran jelang laga di Bernabeu.
Di sisi lain, pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, mengkritik keras pernyataan Mourinho.
Ia menilai menyerang karakter Vinicius melalui selebrasinya adalah kesalahan kepemimpinan.
Kompany juga menyinggung pembelaan Mourinho yang menyebut Benfica tak mungkin rasis karena memiliki legenda seperti Eusebio, seraya mempertanyakan apakah hal itu relevan dengan pengalaman diskriminasi di masa lalu.
Meski demikian, Kompany menyebut Mourinho sosok yang dihormati para pemainnya, namun berharap insiden serupa tak terulang dan semua pihak bisa melangkah maju bersama.-***
















