TERASJABAR – Juara bertahan Premier League, Liverpool, menghadapi musim 2025-2026 yang penuh tantangan.
Performa tim racikan Arne Slot jauh dari kata stabil hingga sempat tercecer dari posisi empat besar klasemen.
Situasi memburuk pada November ketika The Reds menelan sembilan kekalahan dari 12 pertandingan, termasuk kekalahan telak 1-4 dari PSV Eindhoven di ajang Liga Champions.
Hasil tersebut menjadi titik balik bagi Slot untuk mengubah strategi menjadi lebih berhati-hati dan realistis.
Pendekatan baru itu sempat membawa Liverpool melewati 13 laga tanpa kekalahan, walau sejumlah hasil imbang melawan tim promosi seperti Leeds United dan Sunderland membuat poin penting terbuang.
Jika musim lalu lini belakang menjadi kekuatan utama, kini pertahanan Liverpool terlihat rapuh dengan 35 gol kebobolan—hanya lebih baik dibanding Manchester United di papan atas.
Masalah krusial muncul pada menit-menit akhir, ketika 10 gol tercipta setelah menit ke-80 dan berujung hilangnya banyak poin.
Di sisi lain, performa Mohamed Salah juga menurun drastis dibanding musim sebelumnya.
Meski begitu, selepas tampil di AFCON, sang penyerang mulai kembali produktif dengan enam kontribusi gol dalam enam laga terakhir.
Tekanan terhadap Slot memang meningkat, terlebih nama Xabi Alonso mulai dikaitkan sebagai opsi pengganti.
Namun, manajemen diyakini masih memberi waktu hingga akhir musim sebelum mengambil keputusan besar.-***



















