TERASJABAR.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong Gerakan Pramuka menjadi kekuatan strategis dalam pembangunan pertanian nasional, khususnya dalam mencetak generasi muda petani, sekaligus menggerakkan penanaman pohon berbasis anggota Pramuka di seluruh Indonesia.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai Saka Tarunabumi sebagai wadah strategis pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega untuk terjun langsung ke sektor pertanian, perkebunan, dan ketahanan pangan.
Dilansir laman Kementan, Amran mengatakan bahwa pertanian tidak cukup hanya dinarasikan, tetapi harus digerakkan secara nyata dan masif.
“Melalui Gerakan Pramuka, kita tidak ingin kegiatan yang simbolis. Kita ingin gerakan riil yang manfaatnya dirasakan bangsa. Salah satunya adalah gerakan tanam pohon nasional,” ujarnya.
Mentan menyampaikan hal itu dalam Pelantikan Majelis Pembimbing dan Pimpinan Satuan Karya (Saka) Pramuka Tarunabumi Masa Bakti 2025–2028 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.
Ia mengutarakan agar setiap Hari Pramuka, 14 Agustus, menjadi momentum gerakan tanam pohon serentak oleh anggota Pramuka di seluruh Indonesia.
Dengan jumlah anggota Pramuka mencapai sekitar 25 juta orang, Mentan menargetkan setiap anggota menanam minimal 10 pohon.
“Kalau satu orang menanam 10 pohon saja, itu sudah 250 juta pohon. Kalau konsisten dilakukan 10 tahun, dampaknya akan menggemparkan dunia,” ujarnya.
















